Jumat, 29 September 2017 10:00 WIB

Komisi II-III DPRD Tanjabbar Akan Cek Pembangunan Jalan Jenderal Sudirman & Pengunaan Gas Elpiji 3 Kg Di Pembangunan Jembatan Parit IV

 Komisi II-III DPRD Tanjabbar Akan Cek Pembangunan Jalan Jenderal Sudirman & Pengunaan Gas Elpiji 3 Kg Di Pembangunan  Jembatan Parit IV
Lokasi jalan yang dirigit beton

KUALA TUNGKAL (SR28) -pPeningkatan struktur Jalan jendral Sudirman di Kecamatan Tungkal Ilir dengan sumber dari dana APBD Tanjab Barat Tahun 2017 ini sebesar Rp.5.899.554.000-,sarat dengan kecurangan, pasal nya dari hasil Tender PT Muria Indah ini diloloskan menang dalam proses lelang LPSE Tanjab Barat karna memiliki Alat Slip Prom Paver digit beton Satu Unit, namun pada saat pelaksanaan Alat yang digadangi oleh PT.Muria Indah tersebut tak tampak dilokasi pekerjaan.

Anggota Komisi III,H.Syaifuddun,SE, menangapi permasalahan inii, dirinya sangat merespon dengan baik karena alat yang menjadi syarat penawaran dan syarat perusahaan memenangkan lelang atau dkatakan tender, memang alat Slip Prom Paver itu memang harus diadakan dilapangan dan dipakai dalam pekerjaan di lapangan.

"Kalau kawan-kawan LSM dengan beberapa wartawan menemukan itu ada maka pekerjaan tersebut dihentikan karna Dalam pekerjaan nya itu saya anggota komisi III mendukung itu,apa lagi itu ada dalam Bill Of Quantity (BQ) alat Slip Prom Paver itu," ujarSyaifuddin.

Untuk tindak lanjutnya Komisi III DPRD akan menyampaikan kepada ketua komisinya untuk segera turun ke lapangan.

"Dilanjuti dengan rapat, kalau alat itu bisa mengurangi kualitas dari pada pekerjaan maka dampak nya akan menjadi besar itu,tapi kalau alat itu nanti nya jawaban PU gimana cara nya biasanya biasanya dipotong dipenawaran,dan dikurangi dari kontrak nya, karena alat nya tidak terpakai,nanti kita akan mengawal itu,kita minta kawan-kawan wartwan sama-sama mengawal itu pasti itu kita proses,termasuk mengenai jembatan parit 4 yang sedang dibangun saat ini, dengan mengunakan Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi temuan wartwaan dilapangan" terangnya.

"Komisi III dan komisi II akan bergabung untuk mengecek itu,karna itu merupakan pelanggaran dan itu tidak Boleh,karna itu adalah hak masyrakat miskin pengunaan Gas Lpiji 3 Kg itu, kalau itu dipakai untuk kontraktor dan mendapatkan keuntungan pribadi itu adalah salah satu pelanggaran itu," papar nya.

Dan terkait tidak diadakannya alat Slip Prom Paver apakan akan ada upaya pemanggilan terhadap oknum Dinas PU, H.Syaifuddin sudah mastikan oknum dinas PU tersebut akan dipanggil untuk permasalahan ini.

"Oknum dinas PU ini semestinya sudah berpengalaman, karena disitu kan ada kunsultan pengawas, konsultan perencanaan sebagai penanggung jawab pemberi pekerjaan pihak pertama, epada pihak kedua yaitu kontraktor, karena kok didepan mata terang-terangan, didepan kantor bupati dan didalam kota berani melakukan kecurangan apa lagi yang jauh dari permukiman warga, jadi kita indikasikan pekerjaan itu memang tidak benar" tukasnya.

pakaian adat kalimantan barat

Reporter: Sabri| Redaktur: Agus Sholihin Abar

Komisi | II-III | DPRD | Tanjabbar |

Copyright @2015