Selasa, 20 Pebruari 2018 17:19 WIB

Tolak Parkir Berbayar Seperti Mal, Ini Ungkapan Hati Mahasiswa UNJA

 Tolak Parkir Berbayar Seperti Mal, Ini Ungkapan Hati Mahasiswa UNJA
Mahasiswa unjuk rasa di kampus UNJA

JAMBI (SR28) -- Puncak penolakan mahasiswa terhadap kebijakan Rektor Universitas Jambi (UNJA) yang akan memberlakukan Parkir Berbayar terjadi hari ini Senin 19 Februari 2018.

Ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas mengikuti aksi unjuk rasa menolak aturan parkir berbayar layaknya sebuah Mall yang dianggap mahasiswa merupakan keputusan sepihak.

Terlebih, Parkir berbayar tidak berlaku bagi pegawai dan dosen. Jadi semua dibebankan kepada mahasiswa.

Berikut ungkapan hati Mahasiswa terkait aturan pemberlakuan parkir berbayar "Ala Mal" di kampus UNJA Mendalo yang dilansir dari Aliansi Mahasiswa UNJA Change.org berikut ini:

1. Rini Devianti

"Tidak selayak nya Mahasiswa dikenakan tarif Parkir berbayar lantas Bagaimana kah kabar dari UKT yang katanya mencakup semua"

2. Putri Ansya

"Saya menyatakan dengan tegas menolak parkir berbayar di unja, cukup hak kami yg sudah terbebani dengan UKT Yang tinggi"

3. Siti Solehah

"Saya menyatakan dg tegas menolak parkir berbayar unja. jangan kapitalisasi kampus kami. mengambil keuntungan hnya untk sgelintir org. penuhi hak2 kami sudh cukup dg beban UKT yg tinggi"

4. Muhammad Firdaus Purnama

"Parkir berbayar sebenarnya sangat tepat untuk diterapkan, selain menjaga keamanan kampus juga bisa menjaga ketertiban kampus, namun untuk biaya parkir ny sangat memberatkan, alangkah baiknya jika parkir Rp1000/hari"

5. Joko Febrianto

"Saya menyatakan sikap bahwa saya tidak setuju dengan adanya parkir berbayar ini. Kedepannya akan banyak menimbulkan banyak masalah diantaranya yaitu macet . Jika ini didirikan untuk keamanan maka untuk apa scurity di latih dan dipekerjakan ? Jika didirikan untuk pembangunan maka seharusnya tidak dari kami mahasiswa"

6. Khalid Fadjri Siddiq

"Saya menentang keras diberlakukan nya parkir berbayar di Universitas Jambi. Setelah saya membayar ukt dengan jumlah yang tidak rasional dan tidak berkeadilan, sekarang malah ada penerapan biaya parkir dengan tarif yang diterapkan hampir sama dengan mall2 di Jambi. Tidak masuk akal menurut saya jika UKT yang telah diterima UNJA dengan jumlah yang besar, masih meminta pungutan lain nya. Jika pun ini direalisasikan, harap tidak memasang tarif per jam, cukup tarif masuk saja, karena ketika sudah membayar UKT, maka kampus Unja adalah milik kita bersama. Bayangkan bila ada mahasiswa yang memiliki kegiatan dari pagi hingga petang, tentu ini memberatkan. Selain itu juga, akan mengurangi rasa betah berada di kampus yang akan mengurangi rasa kecintaan pada kampus sendiri"

7. Susi Kartika

"Karena saya ingin unja bebas dari pungutan lungutan lainya, dan saya ingin semua kebutuhan mahasiswa telah terpenuhi dan tercukupi dari UKT saja"

8. Dhia Salsabila Fitriadila

"Sistem parkir berbayar seperti ini terlalu dan sangat memberatkan mahasiswa, ukt dan uang pangkal yg seharusnya untuk membangun fasilitas yg lebih baik dan dapat meringankan beban mahasiswa bukan memberatkan mahasiswa. Parkir berbayar tapi kalau kehilangan kendaraan tidak ditanggung pihak kampus, universitas negeri ko parkir berbayar"

9. Sukris Nopi

"Seharusnya Jika Memang Ingin Parkir berbayar, Sebaiknya Perbaiki Dahulu Fasilitas untuk Mahasiswa Di Dalamnya dan tarif yang di berlakukan tidak per jam tapi per hari. Karena kami masuk UNJA bukan tidak hanya sekali dalam sehari"

10. Hefiza Hanita

"Saya mendukung adanya sistem parkir demi keamanan kampus, namun sebaiknya tarif tidak perjam, cukup 1rb sehari. itu menurut saya pribadi sih yaa"

11. Tiyara Larassandy

"Univeraitas serasa mall,bayar ukt aja mahal,belum lagi banyk yg d perlukan pada saat perkuliahan tambh pula ada parkir begini,tidk semua mahasiswa yang MAMPU dalam segi ekonomi"

Source: https://www.change.org/p/rektor-universitas-jambi-tolak-parkir-berbayar-unja/w?

NEWS © SR28 GROUP 2018

Tolak | Parkir | Berbayar | Seperti |

Copyright @2015