Kamis, 21 Juni 2018 13:45 WIB

Sri Mulyani Suntik Rp 2,1 Triliun Ke 5 Lembaga Keuangan Internasional

 Sri Mulyani Suntik Rp 2,1 Triliun ke 5 lembaga Keuangan Internasional
Menkeu RI, Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menambah investasi pemerintah Indonesia pada lima lembaga keuangan internasional di 2018. Total modal yang disuntikkan lagi sebesar Rp 2,1 triliun dan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Penambahan investasi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 59/PMK.010/2018 tentang Penambahan Investasi Pemerintah Republik Indonesia pada Lembaga Keuangan Internasional Tahun Anggaran 2018.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini rincian investasi pemerintah pada kelima lembaga keuangan internasional tersebut:

1. Nilai penambahan investasi pemerintah Indonesia untuk IDA paling banyak sebesar Rp 152,88 miliar. Terdiri dari sebesar Rp 42,88 miliar atau setara USD 3,2 juta berupa pembayaran nontunai, dan pembayaran tunai sebesar Rp 110 miliar.

2. Nilai penambahan investasi pemerintah Indonesia untuk IDB paling banyak sebesar Rp 72,11 miliar atau setara dengan USD 5,38 juta berupa pembayaran tunai.

3. Nilai penambahan investasi pemerintah Indonesia untuk IFAD paling banyak sebesar Rp 53,6 miliar atau setara dengan USD 4 juta berupa pembayaran tunai.

4. Nilai penambahan investasi pemerintah Indonesia untuk ICD maksimal Rp 41,34 miliar atau setara dengan USD 3,08 juta berupa pembayaran tunai.

5. Nilai penambahan investasi pemerintah Indonesia untuk AIIB paling banyak sebesar Rp 1,8 triliun atau setara dengan USD 134,42 juta berupa pembayaran tunai.

Penambahan investasi pemerintah pada lembaga keuangan internasional tersebut dilakukan oleh Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim Multilateral, Badan Kebijakan Fiskal selaku kuasa pengguna anggaran bendahara umum negara pengelolaan investasi pemerintah sesuai ketentuan perundang-undangan. (Source:Indozone)

Sri | Mulyani | Suntik | Rp |

Copyright @2015