Minggu, 15 Juli 2018 15:15 WIB

Soal Bocah Nikah Siri Di Kalsel, Pemerintah Akan Beri Pendampingan

 Soal Bocah Nikah Siri di Kalsel, Pemerintah Akan Beri Pendampingan
Stop Perkawinan anak dibawah umur

JAKARTA --Usai mendengar adanya pernikahan siri yang masih dibawah umur di Kalimantan Selatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) berencana memberikan pendampingan kepada pasangan tersebut.

"Kementerian juga akan mengupayakan pendampingan dan pemantauan terhadap pasangan ini untuk mencegah kemungkinan kekerasan dalam rumah tangga atau perceraian," kata Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu Minggu (15/7/2018) seperti dilansir dari laman detik.

Selain itu, Kementerian PPPA juga akan memastikan hak pendidikan dan kesehatan kedua bocah itu. Mereka juga diminta untuk tidak menikah secara resmi menurut agama.

"Serta tidak melakukan perkawinan yang diakui negara hingga usianya telah siap sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku," tambahnya.

Pernikahan bocah yang dilakukan secara siri ini sangat disayangkan oleh Menteri PPPA Yohana Yembise. Menurutnya perkawinan ini tak dapat ditolerir.

"Kita tidak boleh mentolerir dan menolak perkawinan usia anak, karena bukan merupakan kepentingan terbaik bagi anak," kata Pribudiarta mengutip penyataan Yohana.

Sebelumnya diketahui, viral pernikahan sepasang bocah mempelai pria berusia 14 tahun dan mempelai wanita berusia 15 tahun di Kalimantan Selatan. Pernikahan dilakukan di kediaman nenek mempelai pria, di Kabupaten Tapin pada Kamis, 12 Juli 2018 pada pukul 20.30 Wita.

Video yang telah mneyebar luas di media social tersebut tentu saja memuat heboh lantaran keduanya menikah diusia yang masih dibawah umur.

Soal | Bocah | Nikah | Siri |

Copyright @2015