Selasa, 05 Maret 2019 11:06 WIB

Kapolda Sulteng: Sisa DPO Kasus Terorisme Poso Terus Dikejar

 Kapolda Sulteng: Sisa DPO Kasus Terorisme Poso Terus Dikejar

PALU - Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto mengatakan, aparat TNI-Polri yang tergabung dalan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala akan terus mengejar sisa anggota kelompok sipil bersenjata Poso yang bersembunyi di hutan wilayah Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.

"Sisa DPO kasus terorisme di Poso itu akan kita kejar terus," kata Lukman Wahyu Hariyanto kepada wartawan, saat dimintai keterangannya terkait kontak senjata antara aparat keamanan dengan terduga kelompok DPO Poso, Senin (4/3/2019) petang.

Kapolda Lukman Wahyu Hariyanto memastikan bahwa kedua terduga yang meninggal dan tertangkap hidup oleh anggota Satgas Operasi Tinombala Poso itu merupakan DPO kasus terorisme yang juga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Terkait peran terduga DPO yang berhasil ditangkap hidup, Lukman Wahyu Hariyanto mengatakan, masih akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut bersama pihak terkait.

Sementara satu jenazah DPO yang tewas saat kontak senjata dengan aparat, saat ini sudah di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sulteng di Palu untuk proses identifikasi. Jenazah dievakuasi dari Poso menggunakan ambulans dengan pengawalan ketat aparat dan tiba di RS Bhayangkara Palu, Senin (4/3/2019) petang.

Diberitakan sebelumnya, anggota MIT yang tewas diidentifikasi bernama Romsi alias Basyir. Adapun yang ditangkap hidup bernama Aditya alias Idad alias Kuasa. Aparat juga menemukan sepucuk senjata laras panjang jenis M-16. Kontak tembak terjadi antara petugas Tinombala yang terdiri TNI dan Polri dengan DPO kasus terorisme yang berjumlah sekitar lima orang.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah perkebunan Padopi, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, sekitar pukul 17.15 Wita, Minggu (3/3/2019). Sekitar pukul 09.30 Wita, Tim Satgas Tinombala yang dipimpin Mayor Inf. Aryudha menerima informasi dari masyarakat bahwa ada sekutar lima orang DPO MIT Poso beristirahat di pondok milik salah satu warga.

Tim Satgas pimpinan Aryudha kemudian berangkat menuju Desa Padopi untuk menangkap kelima orang DPO tersebut. Sekitar pukul 17.15 Wita terjadi kontak tembak antara Satgas Tinombala dengan kelompok teroris tersebut.

Setelah kontak tembak itu petugas menemukan satu orang DPO MIT tewas dan satu lainnya masih hidup. Selain itu, petugas menyita satu pucuk senjata M-16.

Source : Suarapembaruan.com 

Kapolda | Sulteng: | Sisa | DPO |

Copyright @2015