Selasa, 05 Maret 2019 15:35 WIB

Mengikuti Catatan UEFA, Peluang Madrid Lolos Ke Perempatfinal 94%

 Mengikuti Catatan UEFA, Peluang Madrid Lolos ke Perempatfinal 94%

MADRID - Situs UEFA merilis dari 100 pertandingan leg pertama babak 16 besar yang berakhir 2-1 untuk kemenangan tim tamu, hanya 6% tuan rumah lolos ke fase selanjutnya setelah kalah di leg pertama. Artinya, 94% tim tamu mendapatkan tiket ke perempat final. Jika begitu, peluang Real Madrid lolos ke babak perempat final saat menjamu Ajax Amsterdam di Stadion Santiago Bernabeu, dini hari nanti, berada di angka 94%. 

Madrid memiliki keuntungan kemenangan 2-1 saat leg pertama di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, 14 Februari lalu. Statistik ini diharapkan bisa menjadi pelipur ragu setelah periode buram Madrid dalam satu pekan terakhir. Dalam waktu tiga hari, mereka sudah dipastikan kehilangan dua gelar yang sempat diharapkan, Primera Liga dan Copa del Rey. Pelatih Madrid Santiago Solari memang belum mau menyerah dalam perburuan Primera Liga.

Masalahnya, di Primera Liga, Madrid tertinggal 12 poin dari Barcelona di klasemen sementara. Kekalahan pada leg kedua Copa del Rey membuat mereka tersingkir di babak semifinal dengan agregat 1-4 setelah kalah 0-3 di leg kedua dan imbang 1-1 pada leg pertama. Praktis, harapan menyelamatkan muka Los Blancos kini berada di Liga Champions. Inilah kenapa statistik tersebut bisa membuat Madrid lebih optimistis.

“Kami sudah melakukan hal terbaik saat melawan Barcelona, tapi tak cukup membuat kami membuat gol. Melawan Ajax, kami ingin mendapatkan gol. Ajax memiliki waktu istirahat lebih baik dan mereka sudah memperlihatkannya pada leg pertama,” kata full back kanan Madrid Dani Carvajal. Diakui atau tidak, Madrid mulai memperlihatkan situasi yang tidak nyaman. Beberapa pemain telah memperlihatkan perlawanan langsung atau tidak langsung. Gareth Bale, misalnya. Dalam beberapa kesempatan, pemain asal Wales itu dikabarkan sudah berani memberontak.

Dia menolak melakukan pemanasan saat akan masuk jelang melawan Levante meski pada laga tersebut dia kemudian mencetak satu gol. Bale bahkan dikabarkan akan segera dikembalikan ke Tottenham Hotspur. Keputusan mencadangkan Isco dan Marcelo memberi indikasi ada sesuatu yang kurang baik dari sisi komunikasi antarpemain dan pelatih. Isco nyaris tak pernah mendapat kepercayaan tampil, baik sebagai starter atau pengganti. Marcelo, meski sudah kembali dari cedera, tetap tak kunjung mendapatkan tempat utama. Posisinya digantikan Reguilon bahkan saat laga el clasico .

Pada saat bersamaan, pemain-pemain senior yang masih berada di lapangan juga belum bisa berkontribusi maksimal. Toni Kroos terlihat mulai layu dan pemain terbaik dunia Luka Modric tak pernah konsisten. Sementara Benzema setelah sempat mencetak enam gol dari empat pertandingan, penyerang asal Prancis itu kembali tenggelam dengan hanya mengemas dua gol dari tujuh laga terakhir. “Gol akan datang sebagai pelengkap. Kami akan terus berusaha keras. Kami tidak bisa membiarkan kerja tim, soliditas, dan komitmen turun,” tutur Solari.

Sementara Ajax datang dengan misi besar memutus rekor tak pernah menang dalam lima laga tandang Liga Champions. Mereka terakhir kali menang saat melawan Atletico Madrid pada musim 1996/1997. Meski terasa berat, pasukan Erik Ten Hag bisa belajar dari apa yang dilakukan CSKA Moscow dan Barcelona. CSKA pernah mengalahkan Madrid tiga gol tanpa balas, meski situasinya saat itu Los Blancos situ sudah lolos dari fase grup. 

Barcelona, meski tidak dominan dalam penguasaan bola, bisa menundukkan Madrid juga dengan tiga gol. “Madrid mungkin favorit karena unggul dua gol. Tapi, kami belum menyerah. Kami bisa mengubah nasib,” kata kapten Ajax Frenkie de Jong.

Source : Sindonews.com

Mengikuti | Catatan | UEFA, | Peluang |

Copyright @2015