Selasa, 21 Mei 2019 09:12 WIB

Sejumlah Aktivis Tanjabbar Persoalkan Rencana Pengaspalan Jalan Patunas, Padahal Baru Seumur Jagung

 Sejumlah Aktivis Tanjabbar Persoalkan Rencana Pengaspalan Jalan Patunas, Padahal Baru Seumur Jagung
kondisi jalan patunas baru selesai sudah retak

KUALA TUNGKAL (SR28) – Peningkatan struktur jalan Patunas di Tanjab Barat dengan rigid beton yang sempat menuai konflik hingga temuan oleh BPK sebesar Rp.2,5 Miliar yang dikerjakan PT.Pili And Tris Sunan dengan  pengawas CV Karina Plan ditahun 2019 ini akan dilakukan pengaspalan (Overlay).

Rencana tersebut kembali menjadi sorotan masyrakat dan sejumlah aktivis di Tanjab Barat. Pasalnya belum diketahui apakah perusahaan tersebut  sudah mengembalikan uang negara yang menjadi temuan BPK di tahun 2018 tersebut. Seperti diketahui proyek tersebut menggunakan APBD-P Tahun 2018 mencapai Rp.6,7 Miliar lebih.

"Apakah sudah ada pengembalian atas temuan BPK beberapa waktu lalu sehingga jalan Patunas itu akan di aspal ,semestinya sebelum dilakukan pengaspalan harus ada pengembalian dana temuan dari pihak rekanan dulu sampai lunas, nah apakah temuan itu sudah dilunasi,” kata Waldi, aktivis LPA2DP Tanjab Barat kepada SR28, Senin (20/5/2019).

Waldi juga mempertanyakan pihak Dinas PUPR Tanjab Barat dari mana dana atas rencana proyek pengaspalan yang akan kerjakan tersbeut.

"Kalau pelunasan dari hasil temuan itu sendiri belum juga dilunasi dan pihak PUPR Tanjab Barat akan tetap untuk melakukan pengaspalan, ini juga akan kita pertanyakan itu dana dari mana dan ini ada dugaan atau indikasi kerjasama antara oknum Dinas PUPR Tanjab Barat dengan pihak rekanan untuk menghilangkan barang bukti atas temuan BPK," tegasnya.

"Menurut saya jalan itu baru seumur jagung dibangun, masak dalam waktu singkat jalan Patunas itu lagi yang dikerjakan ,” bebernya.

Hal senada juga disampakan Anand Viqriza SH,MH, seharusnya pihak rekanan terlebih dahulu mengembalikan uang negara yang menjadi temuan BPK baru dilakukan pengaspalan.

"Ya harusnya sebelum melakukan pengaspalan harus ada pelunasan pengembalian temuan yang  oleh BPK, kalau sudah baru layak jalan Patunas itu di aspal, kalau belum pegembalian dana, bisa jadi ini ada inidikasi dan dugaan Dinas PUPR barsama rekanan kerjasama untuk menghilang barang bukti dari hasil temuan BPK dengan ditindih pekerjaan pengaspalan jalan Patunas," jelas Anand.

Reporter: Sabri
Editor: Agus Solihin Abar

Sejumlah | Aktivis | Tanjabbar | Persoalkan |

Copyright @2015