SR28JAMBINEWS.COM, BATANGHARI – Warung sarapan milik Bu Marina yang terletak tak jauh dari kantor desa dan puskesmas di Kabupaten Batanghari, Jambi, kini mengalami penurunan omzet drastis. Penyebabnya, sejumlah perangkat desa dan pegawai honorer belum menerima gaji selama berbulan-bulan.
Biasanya, warung sederhana milik Bu Marina selalu ramai pembeli, terutama pada pagi hari. Para aparatur desa dan pegawai honorer kerap mengisi perut sebelum memulai aktivitas di kantor. Namun, sejak gaji mereka tertunda, suasana warung pun berubah drastis—sepi dan tak seramai dulu.
“Dulu sebelum masuk kantor, mereka sarapan dulu di warung saya. Tapi sekarang sudah jarang datang. Katanya belum gajian,” keluh Bu Marina saat diwawancarai, Rabu (6/8/2025).
Ia mengungkapkan, dari tahun 2023 hingga 2025, pendapatan warungnya terus menurun. Jika sebelumnya ia bisa meraup Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari, kini penghasilannya jauh dari angka tersebut. Bahkan terkadang ia mengalami kerugian.
“Karena mereka belum digaji, saya juga ikut terdampak. Kadang mereka janji bayar setelah gajian. Tapi kalau gajinya tak kunjung turun, ya saya juga bingung,” ujarnya.
Bu Marina juga mengaku, karena sudah kenal baik dengan pelanggannya, ia masih memberikan pinjaman untuk rokok atau kebutuhan kecil lainnya. Namun, ia tetap mencatat agar tidak merugi terlalu banyak.
“Kalau ngutang rokok, hanya saya kasih ke orang yang saya kenal. Kalau nasi atau minuman, siapa pun bisa, yang penting bayar langsung,” tambahnya.
Bu Marina berharap pemerintah segera menyelesaikan kendala keterlambatan pembayaran gaji, karena dampaknya sangat dirasakan oleh pelaku usaha kecil seperti dirinya.
“Beginilah dampaknya bagi saya. Kalau perangkat desa dan honor belum digaji, warung kecil seperti saya juga kena imbas. Modal pun jadi seret,” pungkasnya dengan nada prihatin. (Ilham)



