Sabtu, Maret 6, 2021

Kader demokrasi akan bertindak jika polisi tidak membubarkan wabah di Deli Serdang

Konferensi Pers Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (YT / Agus Yudhoyono) Jika tidak, Kader Partai Demokrat di Sumut akan...

Kopi Moeldoko akhirnya menjadi Ketua Umum Demokrat

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (PD) melalui...

Minggu dalam Gambar AP: Asia

Minggu dalam Gambar AP: Asia Sumber : https://abcnews.go.com/International/wireStory/ap-week-pictures-asia-76263133

Technology

Bupati Tanjabbar Ajak Masyarakat Sukseskan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020

KUALA TUNGKAL (SR28) - Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. Ir. H.Safrial, M.S mengajak masyarakat ikut serta dalam mensukseskan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020. Hal itu disampaikan dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam kegiatan Deklarasi kampanye damai pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Kantor Bupati, Sabtu (26/09).

Lebih lanjut, sekda juga ingatkan terkait masa kampanye yang merupakan salah satu tahapan pemilihan serentak tahun 2020 dalam masa pandemi. Selain tahapan paling semarak, menurutnya masa kampanye juga rawan terhadap penyebaran covid 19 di karenakan melibatkan banyak orang.

"Oleh sebab itu saya mengajak semua pihak yang terlibat pada saat kampanye dilaksanakan wajib melaksanakan protokol kesehatan covid 19, untuk mencegah penularan pandemi covid 19 kepada orang lain," ajaknya.

Sekda juga menghibau kepada semua pihak untuk senantiasa menjaga sikap, perkataan, dan etika, serta selalu menjaga persatu dan ketenteraman masyarakat di daerah kita, jangan mudah terpengaruh dan terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan yang perlu di ingat, pilihan boleh tidak sama, tetapi persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap terjaga.

Sekda juga berharap peserta Pilkada  dapat berkampanye secara simpatik dengan menawarkan visi, misi dan program-program dengan cara yang sopan, saling menghormati, tidak menghasut, tidak saling memojokkan baik individu maupun pasangan calon, serta selalu mengedepankan etika dan moral politik yang mencerminkan kepribadian bangsa yang berbudaya dan beragama.

"Jadikanlah kegiatan kampanye ini sebagai proses pendidikan politik bagi masyarakat, agar masyarakat lebih menyadari akan hak dan kewajibannya dalam berdemokrasi," ujar Sekda.

Dalam kesempatan yang sama, sekda bersama jajaran Forkompimda, Ketua dan anggota KPU, ketua dan anggota Bawaslu, saksikan penandatanganani deklarasi kampanye damai pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten tanjung jabung barat 2020 oleh paslon Bupati/Wakil Bupati Tanjab Barat. (Sabri)

Nginap Aman, Hotel 02 Weston Jambi Terapkan Protokol Kesehatan

KOTA JAMBI - Hotel 02 Weston Jambi siap menerima tamu hotel dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat, seperti menyediakan area cuci tangan, pengecekan suhu tubuh dan menempatkan Hand Sanitizer di beberapa tempat strategis di lingkup hotel.

Publik area dan kamar-kamar hotel juga selalu di semprotkan cairan desinfektan standar rumah sakit. Tak hanya itu, karyawan hotel juga dibekali proteksi yang sama, seperti sarung tangan dan face shield.

Jenderal Muchlis Siap Pimpin Perbakin Jambi

JAMBI (SR28) - Jenderal Muchlis yang juga diketahui hobi menembak, kini mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk meneruskan kepemimpinan Perbakin Jambi. Berbagai program sudah disiapkannnya jika ia dipercaya oleh para penembak Jambi untuk memimpin Perbakin Jambi.

Pembangunan Jalan Rabat Beton Desa Sungai Baung RT-07 Tahun 2020 Terkesan Janggal dan Diduga Pengurangan Volume

KUALA TUNGKAL (SR28) - Pembangunan Jalan Rambat Beton RT. 07, Desa Sungai Baung, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat,bersumberkan Dana Desa, silpa...

Latest News

Penjelasan lengkap soal kebencian terhadap produk luar negeri yang diserukan Jokowi

Jakarta - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal benci produk luar negeri jadi buah bibir. ...

Terkini

Termasuk gaji, inilah 3 alasan Juventus melepas Cristiano Ronaldo pada musim panas 2021: bola sepak

CRISTIANO Ronaldo berkali-kali digosipkan akan hengkang dari Juventus. Menurut laporan CalciomercatoCristiano Ronaldo sudah menghubungi agennya, Jorge Mendes, untuk mencarikannya...

Nissa Sabyan dan Ayus Mengaku Saling Mencintai Keluarga

Jakarta - Nissa Sabyan sibuk dengan rumor perselingkuhan dengan Ayus, keyboardist...

Akhir Tahun 2020, Izin Berkerumun Justru Cenderung Meningkat

JAMBI - Mendekati masa kahir tahun 2020, permintaan perizinan berkerumun di Provinsi Jambi justru meningkat walau di tengah pandemi Covid-19.

Permintaan perizinan tersbeut, mulai dari penyelanggraan rapat, seminar maupun kegiatan kegiatan yang akhirnya menimbulkan keramaia, malah semakin banyak di penghujung tahun ini.

SK Pengangkatan 137 CPNS Kota Jambi Akan Diserahkan Desember Nanti

KOTA JAMBI - 137 Surat Keputusan (SK) CPNS Kota Jambi yang telah dinyatakan lulus seleksi baru akan diserahkan Pemerintah Kota Jambi yang telah dinyatakan lulus seleksi. Baru akan diserahkan pemerintah Kota Jambi paling lambat Desember  mendatang.

Polresta Jambi Berhasil Tangkap Komplotan Perampokan Toko Emas

KOTA JAMBI (SR28) - Polisi akhirnya membekuk enam pelaku perampokan toko emas di Sinar Gemilang, Mayang Kota Baru, Jambi. Komplotan perampok ini terpaksa dilumpuhkan polisi karena mencoba kabur saat hendak ditangkap.

Pembangunan Kebun Raya Merangin Terganjal Sertifikat Lahan

MERANGIN - Pembangunan Kebun Raya Merangin (KRM), yang disepakati pada rapat 06 Maret 2020 berlokasi di Taman Arboretum Rio Alif  Dusun Mudo Bangko, terganjal belum adanya sertifikat kepemilikan lahan oleh Pemkab Merangin.

Hal tersebut diketahui pada rapat percepatan pembangunan KRM yang dipimpin Wabup Merangin H Mashuri, di Ruang Pola Kol H Moh Syukur Lantai 2 Kantor Bupati Merangin, Selasa (21/7).

Padahal kepemilikan sertifikat lahan itu sebagai syarat mutlak, menjadi pedoman penyusunan rencana induk (Master Plan) KRM. Pembangunan KRM merupakan realisasi kerjasama Pemkab Merangin dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

‘’Kita juga baru tahu kalau Arboretum itu belum mempunyai sertifikat. Tapi tadi sudah langsung diurus, September 2020 nanti kepemilikan sertifikat itu akan diterbitkan Badan Pertanahan Nasional Merangin,’’terang Wabup usai rapat.

Pembangunan KRM diatas lahan seluas 71 hektar tersebut jelas wabup, tetap akan mempertahankan pohon-pohon khas Merangin seperti Sungkai, sebagai kearifan lokal. KRM ini merupakan pengembangan Kebun Raya Bogor dibawah naungan LIPI.

‘’Nanti dampak pembangunan KRM ini, tidak hanya sekedar sebagai objek wisata, tetapi terpenting sebagai pusat penelitian dan pendidikan. KRM ini satu-satunya di Provinsi Jambi,’’terang Wabup.

Rapat yang diikuti sejumlah pimpinan instansi terkait, dihadiri  Pj Sekda H Hendri  Maidalef dan Asisten II Setda Merangin Mardansyah Saidi itu, diharapkan akan semakin mempercepat pembangunan KRM.

Semua Alat Peraga Kampanye Calon Gubernur Jambi Diturunkan KPU

JAMBI (SR28) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi bersama tim gabungan melakukan penurunan seluruh alat peraga kampanye (APK) yang tersebar di 11 kecamatan se Kota Jambi. Setidaknya dalam kegiatan tersebut KPU bersama tim menurunkan sebanyak 48 APK berbentuk Billboard.

Sumber: JAMBI28.TV

KPU Tanjabbar Tetapkan Uas-Haira Calon Bupati Dan Wakil Bupati Terpilih Pemilu Serantak 2020

KUALA TUNGKAL (SR28) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab.Tanjab Barat Gelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Hasil...

Harus Baca

Mantan Presiden Argentina Carlos Menem yang flamboyan meninggal

BUENOS AIRES, Argentina - Carlos Menem, mantan presiden Argentina yang menyampaikan stabilitas ekonomi berumur pendek dan menjalin hubungan dekat dengan Amerika Serikat pada 1990-an...

Fenomena Dinasti Politik Dan Kotak Kosong, Kegiatan yang Legal Tapi Kurang Disetujui

Pemilu-KADA serentak tahun 2020 ini, yang direncanakan pemilihan pada tanggal 9 Desember 2020, diduga pelaksanaannya masih berlangsungnya Covid 19, menjadi sangat menarik, karena munculnya Dinasti Politik secara terstruktur, systimatis massive (TSM), fenomena ini yang mengarah kotak kosong, atau pasangan tunggal, umumnya berasal dari Dinasti Politik, dan bukan hanya menjadi isu lokal di daerah, melainkan telah menjadi isu nasional.

Pilkada menjadi menarik dan unik, karena para kontestannya, terdiri dari dan merupakan anak dan menantu presiden, anak wakil presiden, anak dan adik para menteri, Bupati atau walikota dan dari keluarga pejabat lainnya.

Memang disadari bahwa Dinasti Politik ini semakin hangat Ketika proses rekruitmen oleh DPP Parpol yang ada di pusat, Dinasti Politik ini bukan muncul sekonyong-konyong, melainkan telah dipersiapkan berbulan bulan yang lalu, bahkan beberapa tahun yang lalu, tentunya Ketika orang tua atau saudaranya dan keluarganya sedang berkuasa. Persiapan-persiapan tersebut tentunya bukan hanya sekedar financial, termasuk Infrastruktur Politik, pemanfatan segala potensi dan infrastruktur yang ada di wilayah, baik SDM, Proyek, SDA, sponsor dll.

Dengan persiapan-persiapan tersebut, sehingga dalam proses rekruitmen di DPP yang diawali dengan proses di tingkat tapak, fakta sampai hari ini, ada indikasi mengarah pemborongan partai pengusung oleh Baca-KADA dari Dinasti Politik atau partai yang minta diborong oleh Baca-KADA dari Dinasti Politik, sehingga mempersulit Baca-KADA yang non Dinasti Politik untuk mendapatkan partai pengusung baik sendiri maupun koalisi.

Indikasi borong partai memang sangat kental, karena Baca-KADA dari dinasti Politik telah melakukan pendekatan melalui Infrastruktur Politik dari daerah sampai ke pusat, dalam hal ini Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dan bahkan beberapa Partai Politik yang masih memberikan signal akan memberikan rekomendasi ke Baca-KADA Dinasti Politik.

Kondisi ini tentunya tidak saja tidak merusak demokrasi, melainkan akan menghancurkan demokarsi itu sendiri, karena menghambat para Baca-KADA lainnya untuk ikut berkompetisi, karena kecenderungan Rekruitmen bukan berbasiskan Integritas, visoner, track record dll, namun berindikasi lebih menonjolkan “ISI TAS”. Kondisi ini sudah memunculkan dagang sapi dan demokrasi yang bersifat liberal murni, yang memberi kesan bahwa Dinasti Politik dan Kotak Kosong merupakan pemilu-KADA adalah sistem kerjaaan berbungkus Demokrasi.

Dinasti Politik muncul, sebagai bagian dari keinginan dan keserakahan para pejabat, yang memaksakan diri dan ingin keluarganya berkuasa. Keangkuhan para elite, dalam menempatkan sanak familynya, menjadi penerus kekuasaannya. Akhirnya, orang lain tak boleh berkuasa. Orang lain tak boleh menjabat apa-apa. Seolah-olah hanya keluarga pejabat tersebut, yang berhak untuk berkuasa dan memiliki jabatan. Seolah-olah rakyat yang berprestasi, tak boleh menjadi kepala daerah.

Dinasti Politik yang muncul akhir-akhir ini, lebih diwarnai oleh politik aji mumpung. Mumpung ayahnya presiden, mumpung ayahnya wakil presiden, mumpung kakaknya menteri, mumpung ayah atau ibunya anggota DPR, dan mumpung keluarganya sedang jadi pejabat, mumpung Bapaknya Bupati atau Wali Kota,maka mereka memperluas kekuasaannya, dengan cara mendorong keluarganya jadi kepala daerah.

Akibat dari dinasti politik yang menginkan kekuasaan dengan mudah, berusaha untuk memborong partai sebagai sebuah scenario yang dimainkan dan akan menciptakan pasangan tunggal atau kotak kosong, sehingga fenomena Pemilu-KADA kotak kosong muncul dan bahkan kian Terstruktur, Systimatis dan Masive (TSM) pada 2020.

Tentunya kondisi Pemilu-KADA Tahun 2018 termasuk tahun 2020 dan Pemilu sebelumnya ini hendaknya menjadi catatan bagi Pengamat dan Pembuat UU atau DPR serta penyelengara Pemilu-KADA, bahwa penyebab munculnya kotak Kosong dalam Pemilu-KADA, perlunya penyempurnaan regulasi, baik bagi parpol dan gabungan parpol, maupun bagi kandidat perseorangan.

Sesungguhnya Fenomena Dinasti Politik dan Kotak Kosong, sebagaimana terjadi di Makasar tahun 2018, kotak kosong menjadi pemenang dan Pemilu-Kada akan berlangsung atau dilanjutkan Pemilu-KADA selanjutnya. Sebaiknya fenomena tersebut perlu dipikirkan kembali sehingga sistem pemilu di Indonesia ke depan lebih baik lagi. Karena kemenangan kotak kosong ini tidak memberikan manfaat bagi negara sebab dengan menangnya kotak kosong, pemilihan ulang terpaksa dilakukan dan berdampak pada keuangan negara. Begitu juga kemenangan oleh Pasangan Tunggal yang memberi arti bahwa demokrasi tidak demokrasi.

Dinasti Politik dengan pola dan startegi untuk mendapatkan kekuasaan yang mudah, dengan kekuatan financial yang besar, cenderung ingin menang by atau pasangan tunggal atau kotak kosong, yang berarti Demokrasi sudah rusak dan hampir mati, disamping dapat merugikan negara, karena membebani keuangan kepada negara. Ke depan perlu dipikirkan bagaimana masalah kotak kosong ini. Ini juga merupakan pemikiran bersama sehingga memberikan kefaedahan bagi negara dan bangsa ini. Kita harus memikirkan sistem apa yang harus tepat dilaksanakan barangkali dengan hal-hal lain, tetapi tetap memenuhi asas demokrasi.

Terkesan Dinasti Politik dan kotak kosong karena Parpol terutama kadernya tidak atau kurang bekerja dalam pengertian yang sesungguhnya sehingga para elite parpol akhirnya hanya ”memperjualbelikan” yang memiliki otoritas untuk pemberi rekomendasi bagi setiap Baca-KADA yang hendak berkompetisi dalam pilkada. Ini tentu sebuah ironi di tengah begitu tingginya ekspektasi publik atas peningkatan kualitas demokrasi kita.

Saat ini ada kecenderungan masyarakat pemilih pada wilayah yang kecenderungan adanya dinasti politik yang cenderung memborong Partai Politik dan menciptakan kotak kosong, mulai ditolak oleh masyarakat, dan adanya gerakan social anti dinasti politik. Walaupun sesungguhnya Dinati Politik bukan sebuah perbuatan melanggar hukum konstitusi, namun dari beberapa catatan cenderung merusak demokarsi dan membungkus Demokarsi dengan kerajaan

Dengan memperhatikan factor-faktor tersebut, Dinasti Politik tidak dapat dihentikan, dan merupakan kegiatan legal dan syah, namun Gerakan moral yang bergerak bukan berdasarkan hukum positif, untuk menghentikan dan mencegah harus menjadi Gerakan nasional, dan tidak mungkin adanya kebijakan Undang-undang, maka yang harus dilakukan dari luar kebijakan. Antara lain beberapa cara untuk mengatasinya (1) dengan meningkatkan literasi politik masyarakat agar memilih calon sesuai kompetensinya dan bukan hanya karena populer (modal awal para calon dinasti politik); (2) menghilangkan politik uang dalam pemilihan, agar lebih banyak orang bisa berpartisipasi dalam ajang pilkada/pemilu; (3) Edukasi sosialisasi politik kesemua pemilih baik pemula atau pemilih secara continyu dan konsisten terkait dengan muncul subur Dinasti Politik secara TSM; (4) Pelibatan masyarakat untuk melakukan pengawasan yang peduli dengan Pemilu Langsung, umum bebas dan rahasia, dan pola one man, one vote (OMOV) bekerja sama dengan Lembaga penyelengara dan pengawas, serta Lembaga penegak hukum lainnya, termasuk KPK dan GNPK.

Karena kita semua harus memahami bahwa pemilu sebagai proses demokrasi itu adalah persaingan dalam pemilihan seperti persaingan dalam pemilihan Kepala Daerah, bukan persaingan dengan kotak kosong, sehingga pasangan tunggal itu identic dengan merusak demokrasi dan tidak memenuhi azas pemilu-KADA sebagai sebuah kompetisi. Kompetisi yang sesungguhnya adalah persaingan dalam pemilihan dan pencoblosan di Bilik suara secara Jujur dan Adil, langsun umum bebas dan rahasia (Jurdil, luber) beserta One man, one vote (OMOT).

Memang disadari Dinati Politik bukan kegiatan yang dilarang, maka perlunya Gerakan social yang besifat edukasi politik kepada semua pemilih serta pemantauan dan upaya pencegah serta upaya penegakan hukum secara khusus melalui BANWASLU dan Instansi Hukum terkait, terutama pada Indikasi wilayah yang memiliki indikasi dan munculnya Politik Dinasti, merupakan keharusan, termasuk KPK, GNPK dan masyarakat yang peduli dengan demokrasi dan Pemilu-KADA bersih, melalui pembentukan POSKO Bersama di masing-masing Kecamatan dalam wilayah tersebut sedari dini.

Masyarakat pemilih sangat mengharapkan himbaun kami terkait dengan edukasi politik dan upaya pencegahan dan Tindakan hukum, mohon dapat ditindak lanjuti sedini mungkin, harapan kami dimulai dari pra persiapan, persiapan dan Pelaksanaan sampai pasca pelaksanaan, terutama pada tahapan (1) Proses receuitmen oleh Partai di tingkat tapak, sampai di tingkat Pusat (DPP), (2) Saat sosialisasi pra tahapan; (3) saat kampanye, (4) Saat menjelang pemilihan/Pencoblosan, dan pasca Pencobosan dalam artian perhitungan suara saat di TPS, PPK sampai tingat Kabupatan/kota, merupakan wilayah rawan invisible hand.

Penulis: Syamsul Bahri

Laporan Putri JK Diungkap Mahfud, Juru Bicara Diminta Kasus Lebih Lanjut

Jakarta - Pertanyaan Jusuf Kalla (JK) tentang 'bagaimana mengkritik tanpa terpolarisasi' berbuah komentar. Setelah...

Crystal Palace Vs Man United Lengkap Tanpa Pemenang

London - Perjalanan Manchester United ke markas Crystal...

Menelisik Dumisake, Sebuah Masterpiece Pembangunan untuk Provinsi Jambi dari Alharis-Sani

JAMBI (SR28)- Jagat Politik Jambi tahun 2020 ini diwarnai dengan berbagai teka-teki dan aksi lobi tingkat tinggi yang seolah tak mengenal lelah. Bisa jadi hal tersebut disebabkan karena para bakal calon Gubernur Jambi berlatar belakang seorang Bupati/Walikota pada wilayahnya masing-masing dan telah memasuki periode kedua. Secara politik, bisa terpilih pada periode kedua kali adalah capaian yang baik. Mungkin karena faktor itulah mereka optimis untuk melaju merebut tahta orang nomor 1 di Provinsi Jambi. Apalagi, jika secara jujur kita mau menarik sejarah 20 tahun kebelakang, maka pasca “runtuhnya” dinasti Nurdin yang disebut-sebut sebagai “orang kuat Jambi”  dinilai oleh berbagai kalangan bahwa pilkada kali ini  sebagai panggung bebas yang memungkinkan siapa saja  untuk menang. Tak heran  jika baru pada tahapan mendapatkan dukungan partai saja sudah memunculkan asmosfer yang sangat menegangkan.

Terbaru, pada pekan ke 4 Agustus 2020 atau H-10  menjelang pendaftaran kandidat ke KPU, muncul 3 pasang kandidat yang telah cukup mengantongi tiket untuk melaju pada Pilgub mendatang. Mereka adalah Alharis-Abdullah Sani, Fachrori Umar-Syafril Nursal serta Cek Endra-Ratu Munawaroh. Sedangkan Sy.Fasha-AJB terpaksa gugur sebelum bertarung karena gagal mengumpulkan tiket dukungan parpol. Hingga saat ini ketiga kandidat tersebut sama-sama memiliki peluang untuk menang. Kekuatan diatas kertas, belum ada yang dipastikan akan melenggang dengan mudah. Semua kandidat memiliki kekuatan dengan differensiasi masing-masing.

Ditengah hiruk pikuk Pilgub tersebut, ternyata ada ruang kosong yang nyaris luput dalam perdebatan antara calon kepala daerah  dan masyarakat. Padahal ruang kosong ini yang sejatinya menjadi poin penting dalam dialektika demokrasi. Ruang tersebut adalah tawaran program strategis dari kandidat untuk Provinsi Jambi selama 5 tahun kedepan.  Dari sanalah sebenarnya masyarakat Provinsi Jambi sama-sama berjuang untuk pembangunan daerah dengan siapapun gubernurnya.

Berdasarkan pengamatan, baru pasangan Alharis-Sani yang  sedari awal 2020 telah menjual gagasan strategis selama 5 tahun kedepan yang dinamainya dengan DUMISAKE (Dua Milayar Satu Kecamatan. Sedangkan pasangan lainnya belum memunculkan ke publik apa program strategis yang akan mereka persembahkan selama 5 tahun kedepan. Oleh karena belum adanya paket gagasan yang bisa dikomparasikan secara “apple to apple” dari masing-masing bakal calon gubernur, maka penulis akan lebih memfokuskan pada telaah terhadap DUMISAKE besutan Alharis-Abdullah Sani.

Pengantar

DUMISAKE merupakan singkatan dari Dua Milyar Satu Kecamatan. DUMISAKE adalah program janji politik yang diusung oleh Bupati Merangin Dr. H. Al Haris, S.Sos. MH (dua periode) dan mantan wakil walikota Jambi Drs. H. Abdullah Sani jika nanti terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jambi periode 2021-2026.

Secara Historis, DUMISAKE merupakan suatu program yang ingin melanjutkan program Gubernur Jambi periode 2010-2015, Hasan Basri Agus-Fachrori Umar (HBA-FU) kala itu bernama SAMISAKE (Satu Milyar Satu Kecamatan). Konsekuensi dari program SAMISAKE saat itu adalah Pemerintah Provinsi Jambi harus menyiapkan 138 Milyar per tahun guna disalurkan pada 138 Kecamatan yang ada di Provinsi Jambi. Jumlah gelontoran dana tersebut otomatis juga akan bertambah 2 kali lipat seiring dengan nama program yang oleh Alharis-Sani dinamai dengan DUMISAKE.

Adapun secara politis, hubungan “anak dan bapak angkat” antara Alharis dan Hasan Basri Agus akhirnya juga menginspirasi sekaligus mendorong Alharis untuk melanjutkan program SAMISAKE. Dimata Alharis SAMISAKE yang  - lagi-lagi - kala itu digawangi HBA sangat diterima oleh berbagai kalangan masyarakat provinsi Jambi. Dari program SAMISAKE itu pula political branding HBA  menjadi semakin kuat.

DUMISAKE mulai santer digadang-gadang oleh Al Haris sejak awal 2020 ketika beliau menyatakan siap maju Pilgub pada 9 Desember 2020 mendatang. Alasan Al Haris sederhana, yaitu ingin melanjutkan program Gubernur HBA dengan nominal yang dua kali lipat menjadi dua milyar per kecamatan.

Hingga saat ini, belum ada kajian akademis tentang DUMISAKE yang bisa menjawab pertanyaan, apakah ini hanya sekedar slogan semata atau suatu program yang realistis dalam upaya membahagiakan rakyat Jambi seperti yang dijanjikan. Namun demikian, dengan intensnya Alharis mengkampanyekan DUMISAKE kepada masyarakat  serta beberapa pandangan strategis beliau seperti wilayah integrasi Sengeti Tungkal dan Sabak (SENTUSA) secara otomatis  publik menangkap bahwa Alharis adalah satu-satunya calon Gubernur Jambi yang mampu menjual visi besarnya tersebut kepada masyarakat Jambi.

Adapun pendekatan yang paling memungkinkan untuk melakukan melakukan telaah rencana program strategis DUMISAKE ini adalah dengan mengevaluasi pengalaman program SAMISAKE yang telah dijalankan HBA-FU pada 2010-2015. Dari sana kemudian kita dapat memberikan rekomendasi dan usulan redisain Program DUMISAKE yang di usung oleh Al Haris-Abdullah Sani jika menjadi Gubernur-Wakil Gubernur pada periode 2021-2026 mendatang.

Kilas Balik Program SAMISAKE

Program SAMISAKE tersebut dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan pembangunan yang berorientasi pada pro-poor, pro-job, pro-growth dan pro-environment dan sejalan dengan strategi Pembangunan Nasional.

Ada Sebelas program utama, SAMISAKE yang telah dijalankan pada tahun 2010-2015, yaitu: Bedah Rumah, Beasiswa bagi rumah tangga miskin, Jamkesda, Penerbitan Sertifikat Tanah, Pengadaan Kendaraan Roda 3 Pengadaan alat Mesin Pertanian dan non pertanian, Bantuan modal usaha, Sambungan listrik bagi rumah masyarakat miskin, Pelatihan Tenaga Kerja, Kegiatan Dukungan Posyandu serta Kegiatan prioritas lainnya dalam rangka meningkatkan sosial ekonomi  masyarakat. (Sumber: Pergub No 4 Tahun 2014)

Refleksi Perjalanan SAMISAKE

Perjalanan SAMISAKE era HBA baru berjalan pada tahun kedua pada periode kepemimpinannya (TA 2012). Program SAMISAKE pada masa HBA juga pernah dijadikan sebagai salah satu program percontohan nasional. Secara gagah, HBA juga kala itu juga sangat pedememaparkan SAMISAKE saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  berkunjung ke Provinsi Jambi. Nama HBA kala itu harum baik dikalangan masyarakat maupun dihadapan kolega maupun presiden.

Total dana transfer dari pemerintah Provinsi Jambi kepada seluruh kecamatan hingga tahun 2015 adalah sebesar 546 Milyar, jumlah ini setara dengan 80% dari komitmen yang ingin dialokasikan.

Catatan Sisi lain SAMISAKE

Dalam praktiknya, Alokasi Dana SAMISAKE masih  menyisakan SILPA yang cukup besar. Di tahun pertama pelaksanan SAMISAKE (TA 2012) misalnya, Alokasi Dana SAMISAKE di Kabupaten Batanghari yang memiliki 8 Kecamatan misalnya memiliki SILPA senilai Rp.4.680.762.280, Artinya dari 8 Kecamatan, baru 3 kecamatan yang bisa menggunakan Dana SAMISAKE tersebut. Sementara Di Merangin SILPA mencapai Rp. 5,5 milyar. SILPA tersebut belum termasuk Kabupaten/Kota lainnya yang ada di Provinsi Jambi. (Radesman Manihuruk,2015)

Selain SILPA, implementasi SAMISAKE juga mengalami penolakan dari pihak kecamatan baik saat sosialisasi dan tahap awal pelaksanaan SAMISAKE maupun saat implementasi. Hal tersebut disebabkan adanya ketentuan bahwa camat adalah orang yang dimandatkan sebagai Pengguna Anggaran. Sehingga dengan pengalaman yang terbatas dalam pengelolaan dana dalam jumlah besar seperti halnya program SAMISAKE, juga disinyalir program uji coba membuat camat memilih untuk menolak dana 1 Milyar untuk tiap kecamatan tersebut.

Selanjutnya, selama dua tahun pertama, Program SAMISAKE menghadapi sederet hambatan tidak saja harus menyiapkan regulasi dan petunjuk tekhnis, juga berhadapan dengan kapasitas SDM di tingkat kecamatan yang terbatas. Bisa jadi karena kultur di pemerintahan level kecamatan merupakan turunan dari Pemerintah Kabupaten/Kota. Aktivitasnya cenderung pada fungsi-fungsi koordinasi dan fungsi administratif pemerintahan. Genealogi ini tentu mendadak menjadi terkejut saat mendapat tugas untuk membelanjakan dana sebesar 1 Milyar berikut sederet aturan turunannya. Dengan kata lain, SAMISAKE pada awalnya dinilai telah “memotong kompas” antara Pemerintah Provinsi terhadap  Pemerintah Kabupaten/Kota.

Kegagapan Kecamatan dalam menyambut  program Pemerintah Provinsi Jambi akhirnya diubah tekhnis implementasinya. Setelah berembuk dan bermusyarawarah dengan Pemmerintah Kbaupaten Kota, Pemerintah Provinsi kala itu akhirnya  memilih untuk menitipkan anggaran SAMISAKE pada APBD Pemerintah Kabupaten/Kota yang akan masuk dalam pos anggaran pendapatan lain-lain di APBD Kabupaten/Kota. Pengalokasian melalui Kabupaten/Kota ini dinilai lebih realistis untuk eksekusi di lapangan. Secara regulasi, pengalokasian dana dengan cara  itu dinilai juga sejalan dengan Permendagri No 13 Tahun 2006.

Desain DUMISAKE

DUMISAKE merupakan sintesis antara RPJPD Provinsi Jambi 2020-2025 dan RPJMN 2019-2024. DUMISAKE mencoba membreakdown program pembangunan nasional tersebut yang disesuaikan dengan kelokalan Provinsi Jambi. Didukung dengan pendekatan politik, tekhnokratik, partisipatif dan Top-Down serta Buttom-Up DUMISAKE didesain sedemikian rupa agar menjadi program yang relevan dan mampumenjawab tantangan yang ada dalam pembangunan.

Berkaca Permendagri No 90 tahun 2019 sebagai payung hukum, maka DUMISAKE secara tekhnis akan dapat dilaksanakan dengan cara menitipkan anggaran pada APBD Kabupaten/Kota dalam bentuk Bantuan Keuangan. Permendagri No 90 tahun 2019 tersebut secara umum masih memiliki kesamaan format dengan Permendagri no 13 tahun 2006 yang kala itu juga menjadi payung hukum SAMISAKE.

Komponen Program DUMISAKE

DUMISAKE memiliki 6 sektor yang menjadi program utama, yaitu: Jambi Agamis, Jambi Sehat dan Bersih, Jambi Cerdas, Jambi Tangguh, Jambi Smart dan Jambi Responsif. Dari 6 program tersebut pula akan memiliki turunan sebagai berikut:

1.       Jambi Agamis: Kredit MASURAI (Masyarakat Sejahtera dan Imani), Insentif untuk pegawai syara’, Satu ponpes satu BLK, Pengiriman Kader Ulama ke Turki, serta SADESHAMAH (Satu desa satu hafidz dan penerjemah).

2.       Jambi Sehat dan Bersih: Jambi Bebas Stunting, Budaya Bersih dan Lingkungan Sehat, Pelayanan air bersih, pengelolaan sampah sanitary landfill.

3.       Jambi Cerdas: Satu keluarga minimal 1 sarjana, perpustakaan keliling dan cerdas, Satu SMK satu BLK, Sekoper Berliontin (Sekolah Perempuan Bahagia Lahir Batin).

4.       Jambi Tangguh: UMKM Tangguh, Sekolah Petani Berdaya, Tenaga Kerja Terampil dan Kompetitif, Jambi Terang serta Ketahanan energi dan pangan.

5.       Jambi Smart: Pembangunan 1000 Tower telekomunikasi, Jaringan internet masuk desa, fasilitas e-learning ke sekolah dan pesantren, fasilitas ee-bussines untuk UMKM dan rintisan, serta e-wisata untuk usaha pariwisata

6.       Jambi Responsif: Aduan kemanusiaan dan reaksi cepat tanggap terhadap bencana, LATIB (Layanan akan tiba pada pasien)

Strategi Implementasi DUMISAKE

Ada 2 program pemerintah yang menjadi pembelajaran sekaligus rujukan untuk implementasi DUMISAKE, yaitu SAMISAKE (Provinsi Jambi) dan PNPM (Nasional).

Dari SAMISAKE,  dapat diambil pelajaran bagaimana tekhnis implementasi program Pemerintah Provinsi Jambi dengan basis implementasi di tiap kecamatan, baik dari segi regulasi maupun tekhnis pelaksanaan.

Adapun dari PNPM dapat diambil pelajaran tentang pola perencanaan dan imlementasi berbasis kemasyarakatan (sosial development). Pada PNPM masyarakat dilibatkan secara langsung bagaiaman merencanakan program dengan dibimbing tenaga ahli pendamping serta bagaimana program dapat direalisasikan dengan pelibatan berbagai pihak baik masyarakat, LSM, perusahaan maupun pemerintah itu sendiri.

Output DUMISAKE

Implementasi DUMISAKE diproyeksikan akan berjalan 5 tahun kedepan. Dengan asumsi normal dan ekspektasi optimis maka ada 6 output secara umum yang akan muncul, yaitu:

1.       Pembangunan SDM berbasis nilai-nilai keagamaan

2.       Lingkungan yang bersih

3.       Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan di Strata 1 serta perhatian khusus pada pendidikan perempuan

4.       Terbinanya 80% masyarakat Provinsi Jambi yang bergerak pada sektor pertanian dan UMKM

5.       Pemerataan jaringan internet diseluruh wilayah dalam Provinsi Jambi guna mendukung segala kebutuhan berbasis internet

6.       Adanya tim taktis yang bergerak dengan pola Agile Management yang diharapkan mampu menjawab persoalan-persoalan jangka pendek

Kelamaan Nganggur, Airbus Rugi Rp 18,6 Triliun Sepanjang 2020

JAKARTA - Produsen pesawat asal Eropa, Airbus, menyatakan mengalami kerugian bersih 1,1 miliar euro atau setara Rp 18,6 triliun (asumsi Rp 16.971/euro) sepanjang 2020. Meski...

Restuardy Daud Tinjau Kesiapan Asrama BPSDM Dijadikan Rumah Isolasi Pasien Covid-19

JAMBI (SR28) - Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Ir Restuardy Daud M.Sc meninjau asrama BPSDM Provinsi Jambi, di Kota Baru, Kota Jambi, yang dijadikan rumah isolasi bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Jambi.

Pemerintah dan Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Jambi menyiapkan 70 tambahan tempat tidur bagi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Ini merupakan upaya Satgas Covid-19 Provinsi Jambi meningkatkan pelayanan penanganan Covid-19.

Pjs Gubernur didampingi Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi, Danrem 042/Gapu Brigjen M Zulkifli, Asisten I Setda Provinsi Jambi Apani Saharudin, Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Reflizar, Wakil Wali Kota Jambi Maulana, Kepala Biro Humas dan Protokol Johansyah serta anggota lainnya.

Restuardy menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jambi dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi terus berupaya dalam penanganan Covid-19. Salah satunya menyiapkan Asrama BPSDM Provinsi Jambi sebagai tambahan rumah isolasi untuk pengendalian dan percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi.

“Pada hari ini kami bersama tim Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Jambi langsung turun melihat persiapan tambahan tempat isolasi. Kami harapkan bisa menampung pasien terkonfirmasi Covid-19 yang akhir-akhir ini jumlahnya meningkat signifikan,” katanya.

Pemprov Jambi dan Satgas Covid-19 terus mengamati pergerakan angka yang terus bergerak naik. Saat ini jumlah pasien positif Covid-19 terus mengalami peningkatan, sedangkan daya tampung rumah sakit terbatas.

Restuardy mengatakan, Asrama BPSDM Provinsi Jambi dapat menampung pasien Covid-19 tanpa gejala sebanyak 70 orang, sedangkan dokter dan para medis disiagakan.

Restuardy mengajak masyarakat Provinsi Jambi bersama-sama dan displin melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, dengan cara selalu memakai masker saat di luar rumah, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Dengan cara itulah kita bisa menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Provinsi Jambi secara efektif,” tegasnya.

Sebelumnya, Rabu, 30 September 2020, Restuardy Daud meninjau salah satu gedung di Rumah Sakit Raden Mattaher, yakni gedung enam lantai untuk segera dilanjutkan pembangunannya sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

Polres Muaro Jambi Berhasil Tindak Tegas Pelaku Ilegal Drilling dan Logging

MUARO JAMBI (SR28) - Keberhasilan Polres Muaro Jambi dalam menindak secara hukum pelaku ilegal drilling dan ilegal logging , mendapat apresiasi Masyarakat...

Korban Tenggelam Ditemukan 36 Kilometer Dari Lokasi Kejadian

JAMBI (SR28) - Korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR gabungan pada Jumat sore. Korban ditemukan tersangkut di pinggir sungai Batanghari di desa Sekumbang, Kabupaten Muaro Jambi. Korban ditemukan 36 Km dari lokasi kejadian.

Kasus Baru Positif Corona Melonjak, Program Pengetatan Pemkot Jambi Gagal??

KOTA JAMBI (SR28) - Pemkot Jambi secara tegas menolak bahwa kebijakan pengetatan di berbagai bidang yang kembali diberlakukan dianggap gagal dalam mengerem laju penularan virus corona di wilayah Kota Jambi.

Video News

Sekda Tanjabbar Ikuti Rakor Terkait UU Cipta Kerja

KUALA TUNGKAL (SR28) - Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ir. H. Agus Sanusi, M.Si ikuti Rapat Koordinasi (Rakor) virtual dalam rangka Sinergitas Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah terkait Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, Rabu (14/10) yang diikuti Bupati/Walikota dan Forkopimda Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Dijelaskan Sekda, rakor dipimpin Empat Menteri Kabinet Indonesia Maju, dibuka oleh Menkopolhukam Prof. Mahfud M.D dan diikuti arahan dari Menko Perekonomian, Mendagri dan Menteri Tenaga Kerja. Rakor bertujuan untuk menyeleraskan pokok-pokok substansi UU Cipta Kerja sehingga tidak terjadi kesimpang siuran dan membahas isu yang sedang ramai diperbincangkan.

Ucap sekda,"Kita di Daerah bersama Forkopimda dihimbau untuk mengkomunikasikan substansi UU Cipta Kerja kepada seluruh stakholder dan masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui apa saja isi dan maksud disahkannya UU Cipta Kerja ini," jelas Sekda.

Dijelaskan Sekda Pemerintah Pusat akan memberikan materi-materi dan bahan-bahan untuk dikomunikasikan." Dalam waktu dekat akan diterbitkan beberapa RTP yang nantinya akan disampaikan ke daerah-daerah. Daerah juga akan dimintakan tanggapannya tentang apa saja perbaikan yang diperlukan dalam RTP tersebut.

"Kemudian apabila ada hal-hal yang tidak tahu secara pasti atau tidak disetujui silahkan ditampung dan dikomunikasikan ke Pemerintah Pusat."Nanti ada tim, sehingga kita dapat memberikan penjelasan, intinya komunikasikan hal hal yang tidak diterima masyarakat baik mahasiswa, dan Buruh," jelas Sekda.

Dalam rakor virtual via aplikasi zoom di Ruang Rapat Bupati tersebut turut hadir Dandim 0419/Tanjab, Kapolres Tanjab Barat, Satpol PP, Dinsos, Kejaksaan dan unsur terkait lainnya. (Sabri)

Polisi nekat membunuh 2 perempuan muda di hotel, ternyata ini negerinya

Aipda RS adalah tersangka pembunuhan dua wanita muda. Pelakunya adalah anggota polisi berpangkat Aipda. ...

Mantan Pecandu Narkoba Boleh Mencalonkan Diri dalam Pilkada dengan 3 Syarat Ini

JAMBI (SR28) - Berdasarkan aturan baru, pengguna atau manan pengguna narkotika masih diizinkan untuk mencalonkan diri dan bertarung dalam kontestasi pilkada serentak tahun 2020 dengan 3 syarat yang asudah ditentukan.

Sumber: JAMBI28 TV

Anak-anak berusia dua tahun diselamatkan dari lingkaran pelecehan di Filipina

Sekelompok anak, beberapa berusia dua tahun, telah diselamatkan dari kasus dugaan pelecehan anak di Filipina setelah mendapat informasi dari Orang Australia pihak berwajib. Sembilan anak,...

Diikuti ratusan peserta, Forkompimda Tebo Sukses Gelar Upacara HUT RI ke 75

TEBO (SR28)- Bupati Sukandar Pimpin Upacara Peringatan HUT KemerBupati Tebo, Dr. H. Sukandar, S. Kom., M. Si., memimpin Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-75 yang diselenggarakan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Tebo, Senin (17/08/2020).

Upacara berlangsung dengan hikmat meskipun berbeda dengan pelaksanaan upacara dari tahun tahun sebelumnya. Penyelenggaraan upacara menyesuaikan dengan kondisi pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bertugas sebagai Komandan Upacara Kapten Inf. Wahid Nurohim dan Petugas Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Sindi, SH., MH., serta pembacaan doa dipimpin Kakan Kemenag, Herman, S. Ag. MH.

Usai upacara dilakukan penyerahan  Piagam Penghargaan dari Panglima Komando Daerah Militer ll/ Sriwijaya yang diwakili oleh Dandim 0416/ BUTE Letkol Inf. Widi Rahman kepada Bupati Sukandar. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kerja sama dan dukungan dalam pelaksanaan tugas. Kemudian dilanjutkan penyerahan Sertifikat Tanah Pemda Kabupaten Tebo dan Sertifikat Redistribusi Tanah Objek dan Landreform yang secara simbolis diserahkan oleh Bupati Sukandar kepada Wakapolres Tebo, Ketua DPRD Tebo kepada Sekda Tebo, Kajari Tebo Kepada Kakan Kemenag Tebo, Dandim 0416/ BUTE kepada Perwakilan Desa Sumber Sari dan Kepala BPN Tebo kepada Perwakilan Desa Sapta Mulya.  Adapun peserta upacara pada kesempatan tersebut terdiri dari KODIM 0416/ BUTE, KOMPI Senapan B 142 (TNI-AD), Polres Tebo, Pejabat Eselon ll, lllA, dan lllB, Dinas Damkar dan Penyelamatan, Satpol PP, dan Dinas LH dan Perhubungan Kabupaten Tebo.Bupati Sukandar dan Wakil Bupati, Syahlan SH., diikuti Unsur Forkopimda, Sekda, Asisten Sekda dan Staf Ahli Bupati, Kepala OPD serta Pejabat Eselon lll Lingkup Pemkab Tebo seusai upacara mengikuti Upacara Peringatan Detik Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-75 secara virtual dari Istana Negara.

sumber: Pemkab Tebo

Jurnalis: Rd.Ari

Menteri Agama Imbau Warga Ikuti Pedoman Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Protokol Kesehatan

JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan saat pelaksanaan salat Iduladha 1441 Hijriah dan penyembelihan hewan kurban. Sebab, hari raya Iduladha tahun ini berada di tengah pandemi covid-19.

Source: Jambi28 TV

Daerah

Fachrori Berharap Baveti Lebih Berperan Tingkatkan Kemajuan Olahraga Tenis

JAMBI (SR28) - Gubernur Jambi, H.Fachrori Umar, berharap agar Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti) Provinsi Jambi, turut meningkatkan kemajuan tenis lapangan...

7000 Rumah Warga di Kabupaten Batanghari Terendam Banjir

BATANGHARI - Banjir di kabupaten Batanghari, Jambi saat ini sudah merendam sebanyak 7000 rumah yang tersebar di 7 kecamatan. Kondisi tersebut diprediksi akan terus bertambah meningkat kondisi air yang terus naik dan curah hujan yang masih tinggi.

Anggota parlemen, kelompok hak asasi meminta Malaysia untuk menjelaskan deportasi

Anggota parlemen dan kelompok hak asasi Malaysia menuntut pemerintah menjelaskan mengapa mereka melanggar perintah pengadilan dan mendeportasi 1.086 migran Myanmar, dengan mengatakan hal itu...

Sport

Diduga Tersambar Api Lilin, 4 Kios di Tebo Hangus Terbakar

Kebakaran hebat melanda 4 kios yang terbuat dari papan pada Selasa malam sekitar pukul 22.25 WIB.

Terbanyak!!! Hari ini Positif Covid 19 di Provinsi Jambi Bertambah 19 Orang

KOTA JAMBI (SR28)- Setelah berbagai relaksasi aktivitas diberbagai sektor, kasus Covid 19 di Provinsi Jambi mulai menunjukkan ledakannya.
Sore ini (4/8/2020) misalnya Juru Bicara Covid 19 Provinsi Jambi Johansyah menyebut ada 19 orang yang dinyatakan positif Covid 19 setelah melewati berbagai tahap uji medis.

Adapun 19 orang tersebut terdiri dari Kota Jambi,  Kabupaten Batanghari, Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Tebo.

Berikut inisial mereka

MM (perempuan umur 43 tahun) dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dia dinyatakan positif setelah Contact dengan Tenaga Administrasi RSUD Raden Mattaher Jambi

GD (laki-laki umur 13 tahun) dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah Contact dengan Pasien 152

MCI (perempuan umur 11 tahun) dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 152.

EM (laki-laki umur 72 tahun) dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 152

AP (laki-laki umur 18 tahun) dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 152.

YSR (laki-laki umur 52 tahun). Saat ini dia dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 151.

NAY (Perempuan umur  21 tahun). Saat ini dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 151.

NRD (perempuan umur  27 tahun). Saat ini dia dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 151

AY (laki-laki umur  20 tahun). Saat ini dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 151.

NAW (Perempuan umur  9 tahun). Saat ini dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 151.

11.DO (laki-laki umur  31 tahun). Saat ini dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 151.

MIS (laki laki umur  42 tahun). Saat ini dirawat di RSUD HAMBA. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 151.

SHY (laki-laki umur  21 tahun). Saat ini dirawat di RSUD HAMBA. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 151.

JKK (laki laki umur  31 tahun). Saat ini dirawat di RSUD Abdul Thalib. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah pulang dari Babel.

JRD (Perempuan umur  24 tahun). Saat ini dirawat di RSUD Abdul Thalib. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 127

IN (Perempuan umur  12 tahun). Saat ini dirawat di RSUD HAMBA. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 127.

17.DHM (Lakilaki umur  48 tahun). Saat ini dirawat di RSUD Abdul Thalib.
. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan pasien 127.

RH (Perempuan umur  25 tahun). Saat ini dirawat di RSUD Abdul Thalib. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah kontak dengan riwayat screening khusus Bappeda.

AAA (Laki-laki umur  13 tahun). Saat ini dirawat di RSUD Sulthan Thaha. Dia dinyatakan positif Covid 19 setelah pulang dari Bogor

Muhammad Sidik

Jerman: 5 orang Tajik dituduh sebagai anggota kelompok ISIS

Jaksa Jerman mengatakan mereka telah mendakwa lima pria Tajik sebagai anggota kelompok Negara Islam, menuduh mereka berpartisipasi dalam sel organisasi ekstremis di Jerman.OlehThe Associated...

Warga Malaysia di Singapura menjadi tuan rumah bagi siswa yang terlantar untuk Tahun Baru

Banyak pekerja dan pelajar Malaysia yang terdampar di Singapura selama Tahun Baru ImlekOleh ANNABELLE LIANG Associated Press15 Februari 2021, 5:23 pagi• 3 menit...

Liverpool vs Everton, Ancelotti tak meremehkan Salah dan kawan meski tampil tidak konsisten

LIVERPOOL - Pelatih Everton, Carlo Ancelotti, tak ingin meremehkan Liverpool, meski belakangan ini tim tidak konsisten. Bagi Ancelotti, potensi Mohamed Salah dan kawan-kawan untuk...

Beli Narkoba Pakai Uang Palsu, 5 Pelaku Dibekuk Polisi

JAMBI - Tim Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) dan Tim Spartan Sat Reskrim Polres Bungo, Jambi berhasil mengamankan 5 orang pelaku pencetak dan penyebar uang palsu.

Kasus tersbeut terungkap pada saat pelaku menipu warga dengan menggunakan uang palsu untuk membeli narkoba.

Ditetapkan Tersangka, Gisel Akui Video Syur Dirinya

Polda Metro Jaya menetapkan Gisella Anastasia alias GA dan MYD sebagai tersangka kasus video syur. Gisel terbukti sebagai pemeran dalam video tersebut dari keterangan ahli...

TV

Tabrakan Mobil VS Motor di Muntialo, Penumpang Roda 2 Meregang Nyawa

KUALA TUNGKAL (SR28) - Kecelakaan adu kambing mobil merek Ford bernopol B 8906 D dengan motor Mateck Honda Beat terjadi di jalan lintas Kuala Tungkal-Jambi Desa Muntialo Rt 01, Kecamatan Betara,Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kamis(27/08/20) Pengendara Kendaraan R2 Spm Honda Beat No. Pol tidak terpasang pengemudi UNTUNG mengalami luka robek pada bagian dagu, luka patah pada kaki sebelah kiri. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Tanjab Barat, AKBP. Guntur Saputro, melalui kasad lantas Iptu Eko Sutoyo.

"Penumpang Kendaraan R2 Sepeda Motor Honda Beat POINAH mengalami luka robek pada bagian kepala belakang serta mulut, hidung dan telinga mengeluarkan darah kini meninggal dunia di Rumah Sakit, sebelumnya pengemudi dan penumpang kendaraan roda dua sempat di evakuasi oleh warga sekitar sebelum di bawa kerumah sakit," jelas Iptu Eko.

Hingga kini pengemudi mobil atas nama Ford Everest No. Pol : B 8906 D atas nama Arif Setiawan (59) masih dilakukan pemeriksaan. Arif Setiawan diketahui merupapan warga Kompleks KPKN No. 10 A RT/RW : 6/6 Kelurahan Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. (Sabri)

Gara-gara Klaster Covid-19 di Lapas, Warga Binaan Terancam Tak Bisa Nyoblos

JAMBI  - Beberapa kelompok masyarakat belum bisa terdaftar dalam DPT Pemilu tersebut lantaran terkendala beberapa hal. Contohnya seperti yang terjadi di Lembaga Permasyarakatan atau Lapas Kelas II A Jambi yang belum bisa diakomodir. Ini disebabkan karena telah terjadinya klaster penularan Covid-19 di lapas.

Proyek 2,2 Milyar Pembangunan Pasar Parit Tiga Asal Jadi, Pedagang Minta Inspektorat dan BPK Periksa

KUALA TUNGKAL (SR28) - Proyek Revitalisasi Pasar Parit 3 dengan Direksi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Koprindag) yang...

UIN STS Jambi Berhasil Ciptakan Smart Building

MUARO JAMBI (SR28)- Dosen dan Mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berhasil mengembangkan Smart Building untuk kebutuhan kampus UIN STS Jambi. Peralatan Smart Building ini merupakan hasil riset yang dikembangkan bersama Pusat Kajian Lingkungan Hidup dan Pusat Kajian Demografi dan Fakultas Sainstek.

“Alhamdulillah kami berhasil mengembangkan tahap pertama sistem smart building ini bersama dosen dan mahasiswa. Sebelumnya alat ini telah melalui uji laboratorium untuk mendapatkan hasil yang optimal.” ujar Indrawata, sekretaris Pusat Kajian Lingkungan Hidup pada Jumat (27/11/2020).

Rektor UIN STS Jambi mengapresiasi sekali pengembangan smart building ini dikarenakan pengembangan smart building ini merupakan inovasi hasil riset bersama dari Dosen dan Mahasiswa dan diimplementasikan pada masyarakat, terutama kampus. Program ini sesuai dengan visi dan misi UIN STS Jambi sebagai lokomotif terdepan untuk perubahan di propinsi Jambi.

“Saya mengapresisasi pengembangan smart building ini, walaupun saat ini masih dalam tahap awal. Namun,inovasi ini sangat penting mengingat kampus sebagai pusat keilmuan harus mampu memberikan produk hasil riset kepada masyarakat. Dan saya tahu, bahwa smart building ini cukup mahal investasinya, karena membutuhkan peralatan dan SDM yang handal untuk membuat dan mengelolanya, dan kita mampu untuk itu.“ ujar Prof. Dr. H. Su'aidi, MA.,Ph.D, Rektor UIN STS Jambi.

Pengembangan smart building ini telah melalui uji kelayakan pada skala laboratorium hingga kalibrasi dengan alat standar. Beberapa sensor telah digunakan untuk mengetahui secara optimal kondisi ruangan. Salah satunya adalah sensor pendeteksi orang dan pengatur cahaya. Jika pada malam hari ada orang yang tidak diinginkan masuk kedalam bangunan tersebut, maka akan terdeteksi. Sistem juga akan mengatur penggunaan cahaya lampu pada siang hari dan malam hari secara optimal.

“ Peralatan ini dilengkapi dengan machine learning sehingga dapat dengan mudah memberi tahu jika ada penyusup pada malam hari melalui jaringan internet / intranet. Dan semua aktivitas bisa di analisa secara lebih mendalam karena data tersebut tersimpan di dalam database” ujar Ahmad Syukron Prasaja, Ketua Pusat Kajian Demografi.

Data tersebut kemudian diolah dengan metode exploratory data analysis. EDA tersebut yang menghasilkan luaran dalam bentuk grafis dan data analisis sehingga dapat mempermudah untuk di analisa dan kemudian diterapkan dalam bentuk pengembangan kebijakan penggunaan bangunan tersebut.

Peralatan ini walaupun dalam tahap uji coba lapangan, namun telah menggunakan konsep wireless sensor network (WSN) sehingga setiap device dapat saling terhubung dan berkomunikasi satu sama lain secara machine-to-machine. Pada pengembangan tahap kedua, akan digunakan lebih banyak sensor seperti sensor asap, arus listrik, voltase, suara, pengatur AC, lampu untuk mengatur sebagian aktivitas dari bangunan termasuk didalamnya menggunakan RFID sebagai akses masuk dan absensi pada bangungan.

Di Indonesia sudah ada beberapa gedung yang menerapkan konsep smart building, walau belum sepenuhnya. Konsep ini pada dasarnya merupakan konsep bangunan yang mengoptimalan teknologi Internet of Things dan Big Data untuk menghasilkan penggunaan gedung yang lebih hemat energi, SDM dan optimal dalam penggunaannya. Namun konsep bangunan smart building ini tidak murah, karena hampir seluruh kegiatan dalam smart building ini dilakukan otomatis tanpa adanya campur tangan manusia.

Element yang ada di dalam bangunan seperti cahaya lampu , keamanan pada pintu-jendela (security), pendingin ruangan (AC), asap rokok / kebakaran, suhu ruangan saling terkoordinasi dan terhubung dalam satu sistem otomatisasi yang disebut smart building.