SR28JAMBINEWS.COM, KOTA JAMBI – Pemerintah Kota Jambi menunjukkan komitmennya dalam membangun kawasan eks lokalisasi Pucuk di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo melalui kegiatan gotong royong bersama masyarakat sekaligus rencana pembangunan Masjid Multi Fungsi yang menjadi bagian dari upaya perubahan sosial dan peningkatan kualitas lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu pagi (1/02/2026) itu dipusatkan di Jalan Saylendra RT 05 dan diikuti oleh warga, Ketua RT, pengurus Forum Ketua RT (FKRT) se-Kecamatan Alam Barajo, serta tokoh masyarakat. Kegiatan ini fokus pada pembersihan badan jalan dan normalisasi saluran drainase guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi untuk mengubah stigma negatif kawasan eks lokalisasi menjadi wilayah yang produktif dan religius. Ia menilai bahwa transformasi sosial berbasis pemberdayaan masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
“Kita ingin mengubah kawasan eks lokalisasi ini. Stigma negatif itu harus kita hilangkan. Kita harus melakukan perubahan sosial di sini, dan mendorong ekonomi masyarakat melalui UMKM yang mandiri,” ujar Maulana.
Sebagai bagian dari perubahan tersebut, Maulana juga mengumumkan rencana pembangunan Masjid bertingkat yang bersifat multifungsi di kawasan ini. Desain rencana masjid nantinya akan memadukan fasilitas keagamaan dengan sarana ekonomi masyarakat:
Lantai bawah direncanakan difungsikan sebagai pusat UMKM,
Lantai atas sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan.
Pemkot Jambi saat ini tengah menunggu hibah lahan untuk pembangunan tersebut. Wali Kota Maulana bahkan menyatakan niatnya bersama keluarga untuk turut berwakaf dalam pembangunan masjid ini, sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan kawasan dan kehidupan beragama masyarakat setempat.
Ketua Forum RT Kota Jambi, Suparyono, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong rutin ini dilaksanakan dua kali setiap bulan di seluruh kecamatan. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat solidaritas warga dan melatih kedisiplinan dalam berkontribusi terhadap perubahan positif di lingkungan masing-masing.
Program ini juga berkaitan erat dengan pemberdayaan sosial di kawasan eks lokalisasi, termasuk pembagian sembako kepada warga kurang mampu sebagai bagian dari kegiatan gotong royong.



