SR28JAMBINEWS.COM, JAMBI – Kota Jambi kembali mempertegas statusnya sebagai kota inklusif yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Hal ini ditandai dengan peresmian Kantor Penghubung Yayasan Buddha Tzu Chi Jambi yang terletak tepat di sebelah Kantor Camat Jelutung, Minggu pagi (08/03/2026).
Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, M.K.M, hadir langsung meresmikan gedung megah tersebut bersama Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarely, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, serta jajaran pimpinan pusat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, termasuk Franky Oesman Widjaja dan Sugianto Kusuma.
Dalam sambutannya, Maulana menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi nyata yayasan tersebut bagi masyarakat Jambi. Ia menyebut Yayasan Buddha Tzu Chi telah banyak bergerak dalam senyap melalui bantuan kesehatan dan sosial tanpa memandang ras maupun agama.
“Kami tahu persis, tanpa pemberitaan besar-besaran, Yayasan Buddha Tzu Chi telah banyak membantu warga Kota Jambi. Mereka menolong siapa pun, dan semangat kemanusiaan ini yang harus kita apresiasi,” ujar Maulana.
Ia menambahkan bahwa kehadiran kantor ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka di Kota Jambi.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Franky Oesman Widjaja, menegaskan bahwa gedung baru ini adalah “rumah bersama” bagi para relawan untuk menebar kebajikan.
“Gedung ini adalah hasil donasi orang-orang baik untuk kebermanfaatan bersama. Relawan kami terdiri dari berbagai latar belakang, dan bantuan yang disalurkan pun ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan,” jelas Franky.
Sementara itu, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Jambi, Rony Attan, mengungkapkan bahwa ke depan pihaknya akan memperluas jangkauan bantuan. Selain pengobatan gratis dan pembagian sembako, yayasan berencana menggandeng Pemkot Jambi untuk menjalankan program bedah rumah bagi warga tidak mampu.
Peresmian ini diakhiri dengan prosesi penandatanganan prasasti dan peninjauan fasilitas gedung yang diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan di wilayah Jelutung dan sekitarnya.



