Di Forum Indonesia-Tiongkok, Maulana: 34 Persen Turis ke Jambi Berasal dari China

  • Bagikan
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang menjadi salah satu pembicara dalam Dialog Pemerintah Daerah Indonesia-Tiongkok 2026

SR28JAMBINEWS.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat kiprah dan jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional. Komitmen tersebut ditunjukkan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang menjadi salah satu pembicara dalam Dialog Pemerintah Daerah Indonesia-Tiongkok 2026, yang berlangsung di Bima Room, Yogyakarta City Hall, Selasa (11/08/2026).

Forum tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) dan Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC), dengan Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai tuan rumah.

Dialog Pemerintah Daerah Indonesia-Tiongkok 2026 menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah kedua negara untuk membangun kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terciptanya community with a shared future melalui kerja sama antarkota.

Forum ini juga diarahkan untuk memperkuat pertukaran pengalaman antara pemerintah daerah Indonesia dan Tiongkok, mendorong kerja sama praktis di bidang pembangunan ekonomi, kebudayaan, pariwisata dan tata kelola perkotaan, serta memperluas pembelajaran bersama dan apresiasi terhadap keberagaman budaya kedua negara.

Bagi Pemerintah Kota Jambi, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama internasional yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca:  Satu Bangsa Satu Rasa: Walikota dan Wakil Walikota Jambi Turun ke Padang, Dengar Langsung Dampak Bencana

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana menyampaikan paparan bertajuk “Jambi City: A Global Gateway for Cultural Harmony” atau “Kota Jambi: Gerbang Global bagi Harmoni Budaya.”

Paparan tersebut sekaligus memperkenalkan visi pembangunan Kota Jambi sebagai pusat perdagangan dan jasa yang bersih, aman, harmonis, religius, inovatif, dan sejahtera, dengan kekuatan utama pada keberagaman budaya, sejarah, pendidikan, pariwisata, serta potensi ekonomi daerah.

Maulana menjelaskan, Kota Jambi memiliki karakter sebagai kota yang tumbuh dari keberagaman. Kehidupan masyarakat yang harmonis dengan kekayaan adat dan budaya menjadi modal sosial penting dalam membangun kota yang terbuka terhadap kerja sama global.

Selain aspek budaya, Pemerintah Kota Jambi juga memperkenalkan berbagai potensi strategis daerah, mulai dari sektor perdagangan dan jasa, pendidikan, pariwisata, hingga kekayaan sejarah dan peradaban yang berkembang di kawasan Kota Seberang dan kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi.

Menurut Maulana, sejarah panjang hubungan antara Indonesia dan Tiongkok juga dapat menjadi landasan untuk membangun kerja sama masa kini dan masa depan. Jejak hubungan peradaban tersebut antara lain dapat dilihat dari sejarah KCBN Muaro Jambi yang pada masa lalu berkembang sebagai salah satu pusat pendidikan dan keagamaan Buddha di kawasan Asia.

Baca:  Wali Kota Jambi Maulana Turun Gunung ke Reses DPRD, Pastikan Rp 100 Juta per RT Tepat Sasaran

“Hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah yang panjang. Muaro Jambi menjadi salah satu bukti bahwa sejak masa lampau telah terjalin hubungan peradaban, pendidikan, budaya dan perdagangan yang melintasi batas wilayah,” ujar Maulana.

Ia menilai, warisan sejarah tersebut tidak hanya penting untuk dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kolaborasi baru, khususnya dalam pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya, pendidikan, ekonomi kreatif, pertukaran budaya, serta penguatan jejaring antarkota.

“Faktanya turis terbanyak datang ke Kota Jambi 34 persen dari China, ini wujud dari eratnya hubungan kita sejak masa lalu (people to people),” ucapnya.

Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama yang dapat memperkuat pembangunan daerah sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat Kota Jambi untuk terhubung dengan dunia internasional.

“Melalui kerja sama antarkota, kita ingin membangun hubungan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan kolaborasi konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Wali Kota Maulana.

Dalam forum tersebut, sejumlah kepala daerah dan delegasi dari Indonesia maupun Tiongkok turut menyampaikan berbagai gagasan dan peluang kolaborasi di berbagai sektor. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat melahirkan kerja sama yang saling menguntungkan dan memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan.

Baca:  Wali Kota Jambi Lantik Pengurus LPTQ Periode 2025–2030, Diza Hazra Aljosha Jabat Ketua Umum

Keikutsertaan Pemerintah Kota Jambi dalam forum internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring daerah sekaligus memperkenalkan Kota Jambi sebagai kota yang memiliki kekayaan sejarah, budaya dan potensi ekonomi, namun tetap menjunjung tinggi nilai harmoni dan keberagaman.

Melalui forum ini, Pemerintah Kota Jambi berharap terbentuk kerangka kerja sama yang lebih kuat antar-kota di Indonesia dan Tiongkok, termasuk terbukanya peluang kolaborasi di bidang budaya, pariwisata, pendidikan, ekonomi, perdagangan dan tata kelola perkotaan, sehingga turut berdampak terhadap pendapatan daerah.

Lebih jauh, jejaring tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran terhadap warisan sejarah bersama, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta mendukung kontribusi pemerintah daerah dalam mewujudkan kerja sama kawasan dan lokalisasi Visi Komunitas ASEAN 2045 melalui berbagai inisiatif konkret di tingkat kota.

Bagi Kota Jambi, diplomasi antarkota bukan sekadar memperkenalkan daerah ke dunia internasional, tetapi juga menjadi strategi untuk membuka lebih banyak peluang investasi, pariwisata, pertukaran pengetahuan dan inovasi, sehingga dapat mempercepat terwujudnya pembangunan Kota Jambi yang semakin maju, inklusif dan berdaya saing.

  • Bagikan