SR28JAMBINEWS.COM, JAMBI – Beberapa jam sebelum pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi digelar pada Jumat malam (19/6/2026), jajaran pengurus memilih untuk terlebih dahulu turun ke masyarakat. Bukan langsung menuju ruang seremoni, mereka memilih menyambangi rumah-rumah anak yatim dan dhuafa guna menyalurkan bantuan sosial.
Aksi kemanusiaan yang diinisiasi oleh Ketua ISMI Provinsi Jambi, Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd., ini dikomandoi langsung oleh Sekretaris ISMI Jambi, Dr. Fahmi Rasid, S.E., M.AP. Secara keseluruhan, aksi sosial yang berlangsung selama dua hari ini menyasar 9 panti asuhan di Kota Jambi dengan total penerima manfaat mencapai 250 anak yatim.
Penyaluran bantuan dimulai sejak Kamis (18/6/2026), di mana satu panti asuhan pertama menerima paket bantuan khusus berupa beras, perlengkapan sekolah (tas dan alat tulis), Al-Qur’an, serta kebutuhan lainnya. Aksi ini kemudian dilanjutkan pada hari Jumat (19/6/2026) dengan mendatangi delapan panti asuhan tambahan yang merangkul 230 anak—terdiri dari 121 anak laki-laki dan 109 anak perempuan.
Suasana penyerahan bantuan di setiap lokasi berlangsung hangat dan sederhana. Di Panti Asuhan Umi Ikhlas, penyerahan dilakukan langsung di halaman terbuka, sementara di Panti Asuhan Al Fatih, jajaran pengurus berbincang hangat dengan para pengasuh di ruang dalam panti.
Sekretaris ISMI Jambi, Dr. Fahmi Rasid, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan pesan awal organisasi sebelum kepengurusan resmi dilantik di Rumah Dinas Gubernur Jambi. Menurutnya, kaum intelektual Melayu tidak boleh berjarak dengan realitas sosial masyarakat.
“ISMI Jambi ingin mengawali langkah dengan kepedulian. Pelantikan malam nanti adalah agenda organisasi, tetapi sebelum itu kami ingin hadir langsung di tengah anak-anak panti. Ini pesan bahwa ISMI tidak hanya bicara ilmu dan adat, tetapi juga harus punya empati sosial,” ujar Fahmi.
Fahmi menambahkan, anak-anak panti asuhan merupakan bagian dari masa depan bangsa yang harus terus dimotivasi agar tidak merasa berjalan sendiri.
Senada dengan Sekretarisnya, Ketua ISMI Provinsi Jambi, Hj. Ernawati, menyatakan bahwa pelantikan bukanlah sekadar urusan jabatan atau seremoni megah, melainkan sebuah titik awal pengabdian yang nyata.
“ISMI Jambi ingin hadir sebagai rumah besar sarjana Melayu yang bergerak. Bergerak dalam gagasan, pendidikan, kebudayaan, dan yang paling utama adalah bergerak dalam kepedulian sosial,” tegas Ernawati.
Ia juga berharap gerakan serupa tidak berhenti pada momentum pelantikan saja, melainkan akan berlanjut melalui kolaborasi yang lebih luas bersama lembaga pendidikan, pesantren, komunitas perempuan, hingga instansi sosial lainnya di Jambi.
Data Sebaran Panti Asuhan Penerima Bantuan ISMI Jambi:
- Panti Asuhan Penyaluran Kamis (18/06), Kota Jambi, 20 org.
- Rumah Peduli Yatim, Legok, Danau Sipin (Ahmad Yulis), 13 org.
- Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah/’Aisyiyah, Simpang IV Sipin Telanaipura (Drs. Umar Darin), 62 org.
- Yayasan Izzati Jannah, Kelurahan Selamat (M. Pebriansyah), 36 org.
- Panti Asuhan Al Fatih, Pematang Sulur Telanaipura, 25 org.
- Panti Asuhan Darul Aitam, Beliung Kota Baru (Eem Zainuddin), 22 org.
- Panti Asuhan Al-Mahri, Handil Jaya Jelutung (Haryo Panji), 26 org.
- Panti Asuhan Umi Ikhlas, Mayang Mangurai Kota Baru, 30 org.
- Panti Asuhan Ikhlas Berbagi, Jelutung (Eti Lestari), 16 org.
Total 9 Panti Asuhan, 250 Anak
Bagi ISMI Jambi, angka 250 anak ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Di balik angka tersebut, ada generasi muda yang sedang menempuh pendidikan, belajar mengaji, dan menggantungkan harapan besar untuk masa depan mereka.
Melalui langkah awal ini, ISMI Jambi menegaskan identitasnya: bahwa menjadi sarjana Melayu berarti harus siap hadir dan berdampak di tengah masyarakat yang membutuhkan.



