KUALA TUNGKAL (SR28) - Minggu (16/08) dengan positifnya dua perawat RSUD Daud Arif terpapar covid-19, membuat pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Daud Arif ditutup sementara. Hal tersebut merupakan upaya pemutusan mata rantai Covid-19.

Jubir Covid-19, Taharuddin Tahir mengatakan, pihak rumah sakit Daud Arif mengambil langkah menutup sementara pelayanan IGD untuk melakukan kegiatan Tracking. Dari hasil swab test diketahui dua perawat RSUD Daud Arif terkonfirmasi setelah adanya kontak erat pasien 209 inisial SA yang saat ini sedang dalam proses perawatan.

"Setelah dilakukan Rapid Test kepada 3 org perawat ternyata hasilnya reaktif,” beber Taharuddin.

"Kemudian dari hasil swab test tersebut ada 2 orang perawat yang terkonfirmasi positif, namun hasil resminya belum diterima oleh Gugus Tugas Kabupaten Tanjab Barat,” jelas Taharuddin.

Elfry Syahril, Direktur RSUD Daud Arif, melalui surat edarannya menjelaskan bahwa penutupan pelayanan IGD dilakukan karena pihak RSUD KH. Daud Arif ingin melakukan Tracking dan Screening Swab, TCM/PCR pada karyawan RSUD KH. Daud Arif secara bertahap.

"Penutupan dimulai Senin (17/08/20) hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan. Untuk pelayanan rawat jalan tetap berjalan seperti biasanya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkas nya. (Sabri)