JAMBI - Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jambi nomor urut 2 Fachrori Umar dan Syafril Nursal terus gencar menyisir seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi untuk "berbelanja masalah" dalam lawatan safari politiknya pada Pilkada Jambi 2020. Dari dekat, keduanya mendengar, merasakan dan melihat fakta dilapangan secara langsung, terutama dari masyarakat.

Selama lawatan safari politiknya diseluruh wilayah Provinsi Jambi, calon wakil gubernur Jambi nomor urut 2 Syafril Nursal menemukan sejumlah persoalan yang harus cepat ditangani dan menjadi perhatian serius, bahkan laporan itu langsung diterima dari masyarakat setempat.

Salah satu hal yang dikeluhkan masyarakat saat berkeliling dan berdialog dengan masyarakat di Kabupaten Tebo, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat,  yakni susahnya signal jaringan telepon seluler atau telepon genggam, termasuk tidak adanya akses internet di sebagian desa. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, apalagi ditengah situasi Covid 19 yang mengharuskan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring (online).

Syafril mengatakan bahwa hal ini sudah menjadi konsen dan perhatian serius ia bersama Fachrori untuk memberikan solusi dan jalan keluarnya serta penanganan yang cepat. Apalagi, kapan kepastian berakhirnya pandemi Corona belum bisa diprediksi.

"Ini sangat merisaukan saya. Katanya belajar pake daring, online. Saya jalan kemana itu signalnya susah, ndak ada internetnya. Bagaimana itu mau sekolah. Kalau berlangsung panjang corona ini kalau tidak dipikirkan jalan keluarnya  nanti kita kehilangan generasi ini. Akan ada nanti generasi yang kualitasnya rendah zaman corona ini. Karena tidak mendapatkan pendidikan yang cukup. Kareana semestinya pelajaran (misalnya) 7 mata pelajaran hanya dapat 3, 4. Belum lagi gangguan internet tidak bisa. Kita akan lost generasi itu," kata Syafril.

Tak main-main, Syafril langsung bergerak cepat agar desa-desa yang tidak ada signal telepon genggam dan belum terjangkau akses internet bisa segera terjangkau. Mantan Kapolda Sulawesi Tengah ini langsung memanggil pakar dan ahli IT untuk berdiskusi dalam mencari solusi agar semua desa terjangkau signal dan internet. Sehingga saat terpilih persoalan ini bisa segera ditangani dengan cepat.

"Kemarin itu saya sudah mengundang ahli IT. Bagaimana di daerah yang tidak ada internetnya itu supaya ada. Tapi harganya murah, kemarin saya suruh paparan, saya suruh perbaiki dulu. Kalau memungkinkan nanti bisa kita pasang alat-alat itu sehingga anak-anak kita tidak pergi naik gunung kemana mana dia mencari signal," ucapnya.

SYAFRIL RISAU KARENA ADA LAPORAN PELAJAR PUTUS SEKOLAH.

Tak sekedar persoalan susahnya signal dan akses internet di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi yang membuat pelajar terkendala untuk belajar secara online.

Bahkan, Ketua Lembaga Adat Desa Muara Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Mustafa Kamal menemukan adanya sejumlah pelajar SD dan SMP yang ia sebut sama seperti putus sekolah carena situasi Covid 19. Hal itu sampaikan Mustafa kepada Syafril Nursal saat silaturahmi dan tatap muka dengan masyarakat Muara Pijoan.

Apalagi, kata Mustafa, untuk siswa dan pelajar yang orang tuanya tidak punya telepon genggam pintar dan paket data internet tentu tidak bisa mengikuti kegiatan belajar online. Bahkan sebagian diantaranya sudah bekerja. "Sayo memandang sekarang ini, banyak sayo jalan, sudah (ado yang) putus sekolah. Kareno orang tuonyo menasehati dio dak mau ikut. Belajar dio dak punyo hp. Akhirnyo dio main main bae begitu. Kebanyakan itu kelas 5, 6 (SD) 1, 2 SMP. Kabayakan putus sekolah bagi sayo. Bahkan sudah ado yang kerjo anak-anak yang begitu. Kareno Pada saat covid ini dio mau belajar hp dak punyo. Hp, kuota dak punyo akhirnyo terserah bae. Akhirnyo mulai kelas 5 kelas 6 kelas 2 SMP itu sudah banyak bagi sayo itu lah putus sekolah. Bahkan ado yang sudah kerjo,ado yang kerjo ikut (angkutan) batu bata. Ikut ngambek kayu. Apo bae kerjo kasar, sudah banyak, sudah ikut," ucapnya.

Syafril cukup kaget mendengar hal itu. Ia mengatakan sangat risau dan prihatin dengan kondisi tersebut. Karena pendidikan adalah kebutuhan dasar yang wajib yang didapatkan oleh seluruh masyarakat Jambi.

"Maka ini pemikiran kita, jika terpilih nanti inilah yang menjadi perhatian pertama. Kalau tidak, kita akan lost generasi. Kita akan kehilangan generasi. Insya Allah itu sudah menjadi pikiran saya," ucapnya.

Syafril menegaskan akan serius menyelesaikan persoalan ini. Bahkan ia mengatakan sudah menyiapkan langkah-langkah untuk percepatan penanganan persoalan tersebut. Apalagi kata Syafril, terkait dengan pendidikan yang berkualitas, seperti peningkatan kesejahteraan guru, fasilitas pendidikan dan kualitas pendidikan serta lain sebagainya terkait peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi merupakan salah satu prioritas utama ia bersama Fachrori.

"Itu menjadi kerisauan saya. Karena betul-betul risau sekali. Karena saya belum mengatakan banyak yang berhenti, tidak sekolah. Tapi saya baru mengatakan tidak bisa belajar. Tapi faktanya seperti itu tadi. Kemarin saya berjalan ke Tanjung Jabung Timur itu begitu, (mengatakan) kita akan lost generasi ini. Insya Allah nanti akan menjadi pemikiran serius bagaimana mengatasi ini," tutupnya.