Ketua LAM Jambi Pimpin Ziarah Adat ke Makam Datuk Rangkayo Itam dan Datuk Paduko Berhalo

  • Bagikan

SR28JAMBINEWS.COM, JAMBI – Dalam semangat menjaga warisan sejarah dan memperkuat identitas kebudayaan, Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi bersama Pemerintah Provinsi Jambi menggelar ziarah adat ke Makam Datuk Rangkayo Itam dan Datuk Paduko Berhalo pada Sabtu (13/6/2026).

​Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua LAM Provinsi Jambi, H. Hasan Basri Agus (HBA), serta dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi. Ziarah adat ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan nyata terhadap para tokoh penting yang telah membangun pondasi budaya, sistem pemerintahan, serta menyebarkan ajaran Islam di Bumi Tanah Pilih Pusako Betuah.​

Menyusuri Urat Nadi Peradaban Batanghari​Perjalanan spiritual dan budaya ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB dari Dermaga Tanggo Rajo, Kota Jambi. Menggunakan dua unit speedboat, rombongan bertolak menyusuri aliran Sungai Batanghari menuju destinasi pertama di Desa Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.​

Sepanjang perjalanan laut dan sungai, rombongan disuguhkan dinamika kehidupan masyarakat pesisir yang masih memegang erat denyut budaya Melayu. Mulai dari aktivitas nelayan tradisional, hingga lalu lalang tongkang pengangkut batubara dan minyak yang menjadi penggerak ekonomi modern Jambi saat ini.​

Baca:  Kasmadi Akan Dilaporkan Balik Atas Isu Bohong dan Pencemaran Nama Baik Jika Tak Minta Maaf

Sekitar pukul 07.30 WIB, rombongan tiba di kompleks Makam Datuk Rangkayo Itam dan disambut hangat oleh Ketua LAM Kabupaten Tanjung Jabung Timur beserta jajaran pengurus adat setempat.

​Suasana khidmat menyelimuti prosesi ziarah saat Tuan Guru KH Sholahudin Syargawi memimpin pelantunan tahmid, tahlil, serta doa bersama. Usai berziarah, rombongan dijamu sarapan sederhana oleh warga sekitar—sebuah refleksi nyata dari nilai “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah” yang menjunjung tinggi pemuliaan tamu. Sebagai bentuk kepedulian sosial, LAM Provinsi Jambi juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga di sekitar kawasan makam.​

​Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan tahap kedua menuju Pulau Berhala, sebuah situs krusial dalam sejarah perkembangan Islam di Jambi. Perjalanan melintasi laut lepas ini memakan waktu sekitar dua jam dan sempat transit di Pelabuhan Nipah Panjang untuk menunggu kondisi pasang surut air yang aman.​

Setibanya di Pulau Berhala pukul 12.30 WIB, rombongan menunaikan ibadah salat Zuhur dan Ashar secara jama’ qashar sebelum memulai napak tilas fisik. Untuk mencapai Makam Datuk Paduko Berhalo, para peserta harus berjalan kaki mendaki bukit dengan kemiringan 45 derajat setinggi kurang lebih 100 meter.

Baca:  Al Haris: Buku 65 Tokoh Perspektif Pemikiran Pembangunan Jambi

​Di puncak bukit yang sakral tersebut, prosesi pembacaan Surah Yasin dan doa bersama berlangsung dengan penuh kekhusyukan, diakhiri dengan prosesi tabur bunga dan penyiraman air ke makam tokoh penyebar Islam tersebut.​Komitmen Merawat Jati Diri Bangsa​Ketua LAM Provinsi Jambi, H. Hasan Basri Agus (HBA), menegaskan bahwa agenda tahunan ini bukan sekadar seremonial mengenang masa lalu di tengah arus modernisasi.

​”Ziarah ini menjadi sarana penting untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, kearifan, dan keteladanan para tokoh pendahulu dalam membangun peradaban Melayu Jambi,” ujar HBA di sela-sela prosesi ziarah di Pulau Berhala.

​Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jambi yang turut hadir menyampaikan bahwa pelestarian situs sejarah seperti ini merupakan tanggung jawab lintas generasi. Pemerintah berharap pemahaman terhadap akar sejarah dapat membentengi generasi muda agar tidak kehilangan jati diri.​

Melalui sinergi ziarah adat ini, nilai-nilai luhur warisan nenek moyang diharapkan tetap hidup di tengah masyarakat. Sebagaimana pepatah adat yang dipegang teguh: “Tak lapuk dek hujan, tak lekang dek panas,” identitas Melayu Jambi dipastikan akan tetap kokoh melintasi zaman.

  • Bagikan