SR28JAMBINEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Kota Jambi terus menggenjot upaya peningkatan layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan Tuberkulosis (TB). Hal itu ditandai dengan pertemuan langsung Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, di Kementerian Kesehatan, Kamis (23/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Maulana mengungkapkan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kasus TB di Kota Jambi. Bahkan, Wakil Menteri Kesehatan berencana turun langsung ke lapangan.
“Alhamdulillah, kami diterima langsung oleh Pak Wamenkes. Beliau menyampaikan akan turun ke Jambi dalam rangka penanganan TB, dengan proses screening yang diperketat di seluruh rumah yang terdapat penderita,” ujar Maulana.
Ia menjelaskan, langkah konkret yang akan dilakukan mencakup pemeriksaan menyeluruh kepada masyarakat dengan dukungan alat X-ray radiografi portable yang akan digunakan langsung di lapangan.
“Ini menjadi langkah strategis untuk menurunkan angka Tuberkulosis di Kota Jambi,” tambahnya.
Selain penanganan TB, Pemkot Jambi juga menyampaikan rencana pengembangan fasilitas kesehatan, khususnya di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi dan RSUD H. Abdurrahman Sayoeti Kota Jambi.
Ia menyebut, pemerintah pusat merespons positif usulan tersebut dan membuka peluang dukungan terhadap pengembangan layanan kesehatan di daerah.
“Pemerintah Kota Jambi siap menjadi pilot project untuk menyukseskan program-program kesehatan dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, berharap program penanganan TB di Kota Jambi dapat berjalan optimal dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Saya akan turun langsung ke Jambi bersama Presiden RI untuk memberikan penghargaan apabila program ini berjalan lancar,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa program penanganan TB kali ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, termasuk dari sisi anggaran.
“Selama ini belum ada dukungan operasional seperti sekarang. Kali ini, operasional petugas hingga alat akan ditanggung oleh pemerintah pusat,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah pusat juga akan menurunkan dua kader TB di setiap kelurahan di Kota Jambi guna mempercepat penanganan dan penurunan angka kasus TB.
Suasana tampak cair mengingat Maulana dan Benjamin merupakan sahabat saat di Malang dan memiliki latar belakang yang sama yaitu di dunia kesehatan.
“Pak Wali ini sahabat saya ini, kami sama-sama dari malang dulu,” jelasnya.
Turut hadir dalam pertemuan ini, Ketua Forum Kota Jambi Sehat (FKJS) Dr. dr. Nadiyah, Sp.OG., Asisten III Setda Kota Jambi Dr. H. M. Jaelani, S.H., M.H., Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi Dr. dr. Elvi Roza, M.Kes., Kepala BPKAD Kota Jambi Poppy Nurul Isnaini, S.STP., M.M., M.Si., Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Jambi Ns. Harnita, S.Kep., M.Kep., Direktur RSUD H. Abdul Manap Dr. Anastasia Yekti Heningnurani, MARS., serta Direktur RSUD H. Abdurrahman Sayoeti dr. Ade Delpita, Sp.PK. (Agus)



