Kamis, Februari 25, 2021

IDAI Keberatan Dengan Keputusan Nadiem Makarim Terkait Sekolah Tatap Muka

Must Read

Aksi Jokowi melepas sepatunya menjadi sorotan, Gibran pun mengalami hal serupa

Gibran bersama Megawati, Puan Maharani dan FX Hadi Rudyatmo. (Instagram / @ Puan Maharani) Selain...

Ghana, negara pertama yang menerima vaksin virus corona dari COVAX

ACCRA, Ghana - Ghana menerima pengiriman pertama vaksin virus korona di dunia dari inisiatif COVAX yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa...

Bukan Juara, Persib Bandung Sasar Ini di Piala Menpora 2021: Okezone Football

BANDUNG - Direktur Persib Bandung Teddy Tjahjono tidak memasang target tinggi untuk timnya saat mengikuti Piala Menpora 2021. Ia...

JAKARTA (SR28)-Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan pendapatnya mengenai transisi pembelajaran tatap muka di sekolah mulai Januari tahun depan. Menurut IDAI, pelaksanaan kegiatan belajar dari rumah seperti saat ini adalah format terbaik sekalipun banyak kendala disana sini.

Alasannya, jumlah kasus Covid-19 yang masih meningkat di Indonesia. Data yang disertakan dalam pendapatnya itu menyebutkan satu dari sembilan kasus positif Covid-19 di tanah air adalah mereka yang berusia 0-18 tahun.

“Sedapatnya keputusan membuka kembali sekolah dalam waktu singkat dihindari karena berdampak pada rutinitas keseharian anak dan keluarga,” kata Aman, Pengurus IDAI dalam keterangannya, Selasa (1/12).

IDAI mencatat setidaknya 3,2% dari total korban Covid-19 di Indonesia adalah anak-anak. Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai Negara terbesar dengan jumlah korban yang berusia anak-anak.

IDAI juga mengkhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus dalam jumlah yang besar jika kebijakan sekolah tatap muka tetap dilaksanakan.

“Bukti-bukti menunjukkan bahwa anak juga dapat mengalami gejala Covid-19 yang berat dan mengalami suatu penyakit peradangan hebat akibat terinfeksi Covid-19 yang ringan sebelumnya,” lanjut Aman.

Di luar itu, Aman menyatakan IDAI mendapati fakta bahwa tingkat stres pada anak juga meningkat selama 10 bulan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi Covid-19. Itu, sambungnya, membutuhkan perhatian dan penanganan khusus dari banyak pihak.

Selain itu, IDAI pun memberikan imbauan kepada para orang tua untuk memberi edukasi penerapan protokol kesehatan pada buah hati mereka.

“Ketika anak-anak belum mampu hendaknya tidak dimarahi, melainkan diberi apresiasi ketika ia mampu melakukan dengan benar, serta terus diberikan contoh, kesempatan, dan bimbingan secara berulang-ulang hingga lancar dan menjadi kebiasaan,” tutup Aman

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Aksi Jokowi melepas sepatunya menjadi sorotan, Gibran pun mengalami hal serupa

Gibran bersama Megawati, Puan Maharani dan FX Hadi Rudyatmo. (Instagram / @ Puan Maharani) Selain...

Ghana, negara pertama yang menerima vaksin virus corona dari COVAX

ACCRA, Ghana - Ghana menerima pengiriman pertama vaksin virus korona di dunia dari inisiatif COVAX yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Rabu - awal...

Bukan Juara, Persib Bandung Sasar Ini di Piala Menpora 2021: Okezone Football

BANDUNG - Direktur Persib Bandung Teddy Tjahjono tidak memasang target tinggi untuk timnya saat mengikuti Piala Menpora 2021. Ia memahami karena persiapan yang ketat,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -