SR28JAMBINEWS.COM, KOTA JAMBI – Suasana kemerdekaan mulai terasa menggelora di Kota Jambi. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih yang dilaksnakan di area Tugu Keris, Senin (11/8/2025).
Bagi-Bagi bendera merah putih ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan (SK) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mengimbau seluruh pemerintah daerah menggelar gerakan serupa guna menyemarakkan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jambi, Raden Jufri, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 10.250 bendera untuk dibagikan kepada masyarakat.
Adapun, bendera yang dibagikan tersebut terdiri dari berbagai jenis, mulai dari bendera untuk rumah tinggal, bendera kendaraan bermotor, hingga bendera mini untuk mobil.
“Gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajakan nyata agar semangat merah putih hadir di setiap rumah dan jalan di Kota Jambi,” ujarnya.
Wali Kota Jambi, Maulana, yang memimpin langsung jalannya kegiatan, menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga. Ia menginstruksikan para camat untuk memastikan seluruh rumah warga mengibarkan bendera.
“Camat harus aktif mengajak warganya. Jangan sampai ada rumah yang tidak mengibarkan bendera. Kita ingin suasana kemerdekaan benar-benar terasa di seluruh wilayah Kota Jambi,” tegas Maulana.
Maulana menambahkan, pembagian bendera ini merupakan bagian dari rangkaian agenda bulan kemerdekaan yang telah disiapkan Pemkot Jambi, termasuk lomba gapura antar kecamatan, lomba budaya, dan lomba aktivitas kreatif masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya memeriahkan peringatan HUT RI, tetapi juga mempererat kebersamaan warga,” ungkapnya.
Penyerahan bendera dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota kepada para camat, sebelum didistribusikan ke seluruh kecamatan untuk dibagikan langsung kepada warga, termasuk pengendara yang melintas.
Gerakan ini diharapkan mampu membangkitkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.
“Bendera Merah Putih adalah simbol persatuan kita. Dengan mengibarkannya, kita menunjukkan bahwa kita satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa,” tutup Wako Maulana. (*)



