JAMBI (SR28) - Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi Restuardy (Ardy) Daud, mengharapkan agar seluruh elemen dan stakeholder (pemangku kepentingan) siap siaga menghadapi dan menanggulangi bencana, karena setiap bencana akan menimbulkan kerugian dalam berbagai bidang. Untuk itu, antisipasi sedini mungkin perlu dilakukan.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Gabungan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Menghadapi Bencana Hidrometeorologi (banjir, longsor dan angin puting beliung), Provinsi Jambi Tahun 2020, di lapangan depan Kantor Gubernur Jambi, Senin (26/10).

Apel diawali dengan pemeriksaan pasukan, peralatan, dan persiapan logistik oleh. Pjs Gubernur Jambi.

Ardy Daud menyampaikan, apel kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi dilaksanakan sebagai bentuk keseriusan dan kesiapan Pemerintah Provinsi Jambi dalam menghadapi dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana banjir, longsor dan angin puting beliung, sekaligus sebagai bentuk kepatuhan Pemerintah Provinsi Jambi dalam menyikapi Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 440/605/SJ tanggal 8 Oktober 2020 perihal antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana dalam situasi pandemi Covid-19.

”Dalam surat edaran Mendagri tersebut, Pemerintah Daerah segera menyiapkan atau menyiagakan seluruh aparatur daerah dengan mengkoordinasikan dengan TNI, Polri, Basarnas dan instansi vertikal terkait, relawan kebencanaan, serta unsur masyarakat lainnya. Sebagai peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana, kita harus bersinergi dengan kesatuan tugas penanganan Covid-19 di daerah serta menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan  dalam rangka siaga banjir, tanah longsor, dan risiko  akibat bencana lainnya, personil  sudah siap siaga,” ungkap Ardy Daud.

Pada kesempatan tersebut, Ardy Daud mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kesiapan Kepala Kepolisian Daerah Jambi dan Komandan Korem 042/Garuda Putih Jambi berserta seluruh peserta apel.

Ardy Daud mengatakan bahwa momen apel ini untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam upaya penggulangan bencana hidrometeorologi yang meliput banjir, longsor dan agin putting beliung pada puncak musim hujan di Provinsi Jambi.

Paradigma penaggulangan bencana dewasa ini, lanjut Ardy Daud, sudah mulai berubah dari responsif yang menitikberatkan penanganan saat terjadi bencana menjadi preventif, menitikberatkan penanganan sebelum terjadinya bencana.

”Untuk mendukung paradigma tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi dalam kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) gabungan bencana hidrometeorologi yang melibatkan Pemrov Jambi, Kabupaten/Kota, TNI/Polri, dunia usaha, unsur media, dan akademisi,” jelas Ardy Daud.

Ardy Daud berharap semua stakeholder dapat melaksanakan aksi penguatan kesiapsiagaan dan peringatan dini, seperti melakukan pengecekan atau inspeksi sarana dan prasarana yang diperlukan dalam upaya pengentasan bencana.

”Agar satgas bencana dapat berkerja dengan baik, efektif dan efisien, karena akan fokus pada upaya antisipasi bencana banjir, longsor dan angin puting beliung, dengan harapan apabila bencana terjadi, satgas dengan cepat dan tepat mengatasinya dalam menjaga keselamatan masyarakat,” harap Ardy Daud.

Ardy Daud menyatakan, dalam penagananan bencana di Provinsi Jambi akan menggunakan sistem komando untuk menetapkan suatu wilayah dalam kondisi status siaga, akan mendirikan pos siaga sebagai bentuk kesiagaan menghadapi bencana mengingat akhir-akhir ini potensi hujan mulai meningkat.

“Bulan November, menurut kepala BMKG Provinsi Jambi akan memasuki masa puncak hujan, sangat perlu kita antisipasi, mulai saat ini sudah siap siaga dalam personil dan perlengkapan termasuk logistik harus siap siaga,” tegas Ardy Daud.

”Kita akan mengajak seluruh elemen masyarakat dan stakeholder baik Kabupaten/Kota, sampai ke desa-desa, untuk berkerja sama dalam penaganan bencana. Kita harus membangun sinergi dengan masyarakat,” pungkas Ardy Daud.