Oleh:Mahyudi
Ketua DPW Gelora Indonesia Provinsi Jambi.

Pilkada Jambi 2020 bisa dikatakan sebagai Pilkada tersulit sejak era pemilihan langsung kepala daerah di terapkan. Pandemic Covid19 membawa efek "rusak" luar biasa terhadap tatanan kehidupan. Pertumbuhan ekonomi melambat dan cenderung negatif, masyarakat terpenjara dalam kehidupan sosial ekonominya. Korban terus berjatuhan terinfeksi Covid19 tanpa bisa di bendung. Pemerintahpun menghadapi dilema pelik antara memilih menghidupkan sektor ekonomi atau melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Benar-benar pada posisi memakan buah simalakama.

Pun dalam kehidupan politik negeri ini, juga terkena imbas yang tak kalah berat. Pesta demokrasi yang seyogyanya di helat September 2020 harus ikut menyesuaikan di undur hingga 9 Desember 2020. Itupun tetap menyisakan sikap pro dan kontra di tengah publik. Namun keputusan bersama antara Pemerintah dan DPR telah di buat, dan Partai Gelora Indonesia sebagai bagian entitas politik menyatakan siap memberikan andil terbaik untuk berpartisipasi dalam momen suksesi kepemimpinan daerah tahun ini. Dan ini di buktikan dengan turut berpartisipasi dalam 190 Pilkada dari 270 Pilkada yang akan berlangsung.

Khusus untuk Pilkada Jambi 2020, Partai Gelora Indonesia Provinsi Jambi ikut mendukung dalam 5 dari 6 Pilkada yang bakal di gelar. Antara lain Pilgub Jambi, Pilkada Batang Hari, Bungo, Tanjabbar dan Pilwako Sei Penuh.

Terkait dengan Pilgub Jambi, Partai Gelora memutuskan mendukung paslon Bapak Dr. Drs. H. Fachrori Umar - Irjen Pol. Drs. H. Syafril Nursal, SH. MH (FU-SN). Yang dalam perjalanannya melalui proses berliku bahkan sempat terjadi klaim dukungan sepihak dari timses salah satu kandidat.

Meskipun berstatus partai politik baru, Partai Gelora telah memiliki modal yang patut di perhitungkan guna memenangkan paslon FU-SN.

Modal pertama, Partai Gelora Indonesia Provinsi Jambi memiliki kekuatan struktur yang kokoh. Hingga saat ini Gelora Jambi telah memiliki 6.591 pengurus mulai struktur di tingkat DPW, DPD, DPC hingga PAC. Bahkan saat ini pun fungsionaris Gelora terus bekerja melengkapi barisan strukturnya hingga tingkat RT. Coba di bayangkan jika Gelora melakukan program aktivasi konsolidasi struktur untuk penjaringan pemilih dimana setiap kader Gelora membawa 3 anggota keluarganya ke TPS untuk mencoblos FU-SN maka di dapat 19.773 suara. Pun jika di hitung margin error 5% maka masih di kisaran angka 18 ribuan suara rill. Tidak cuma ini saja, masih ada beberapa program kerja pemenangan Gelora untuk FU-SN lainnya yang tentunya menargetkan suara semaksimal mungkin. Namun setidaknya ini bisa memberikan gambaran betapa solidnya struktur tempur di darat dari partai Gelora. Belum lagi jika di tinjau dari usia para pengurus Gelora yang di kisaran 20-45 tahun. Ini juga menjadi keuntungan tersendiri. Sosok-sosok muda yang enerjik, bertenaga dan didalam benaknya terpatri visi semangat Indonesia menjadi kekuatan 5 besar dunia plus familiar dengan teknologi menjadikan ini benar-benar paket komplit karakter tangguh kader maupun partai.

Modal kedua adalah struktur tempur di udara. Sebagai parpol yang menasbihkan diri sebagai partai digital, tidak heran jika partai Gelora memiliki struktur media yang mumpuni terutama dalam platform media sosial. Akun-akun medsos Gelora tumbuh bak jamur di musim hujan di setiap level struktur. Belum lagi akun-akun medsos yang dimiliki masing-masing kader. Makanya tidak heran jika jagad medsos selalu di ramaikan oleh aksi "serangan udara" dari cyber army Gelora yang mengajak masyarakat Jambi memilih paslon FU-SN. Oiya, yang menjadi salah satu "rahasia" mengapa dalam tempo 5 bulan Gelora bisa menyiapkan struktur hingga level terbawah, ini tak lain juga di support dengan program rekrutmen kader yang dilakukan secara online. Dimana proses pendaftarannya simpel dan langsung mendapatkan kartu tanda anggota (KTA) dalam bentuk digital.

Modal ketiga, memiliki tokoh dengan julukan Singa Parlemen yang sudah tidak di ragukan memiliki magnet kuat sebagai news maker. Statemen dan buah pikirannya selalu konsisten dan berani melawan arus. Dan dalam perhelatan Pilgub Jambi kali ini, Bung Fahri Hamzah  mengirimkan video dukungan kepada pasangan FU-SN dan mengajak kepada segenap masyarakat Jambi untuk mempercayakan suaranya kepada 2 sosok paslon yang memiliki jam terbang tinggi baik di pemerintahan Provinsi Jambi maupun di institusi Polri. Guna melanjutkan program kerja pembangunan Jambi BERKAH. Disini pas rasanya adagium melanjutkan itu lebih mudah dari pada memulai dr awal/baru.

Namun terlepas dari itu semua, kerja pemenangan ini adalah kerja bersama semua elemen tim pemenangan paslon FU-SN. Pola kolaborasi apik Gelora dengan Partai Demokrat, Gerindra, PPP dan Hanura yang tergabung dalam parpol koalisi beserta semua organisasi sayap pemenangan baik dari pihak keluarga besar FU-SN, kalangan milenial,  paguyuban dan forum alumni hingga komunitas sosial lainnya semakin kokoh dan memberi hasil kemenangan di tanggal 9 Desember nanti. Terus berikhtiar maksimal dan berdoa hingga aroma kemenangan kian hari semakin terasa harumnya. Semoga.