JAMBI (SR28) - Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Ir Restuardy Daud M.Sc meninjau asrama BPSDM Provinsi Jambi, di Kota Baru, Kota Jambi, yang dijadikan rumah isolasi bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Jambi.

Pemerintah dan Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Jambi menyiapkan 70 tambahan tempat tidur bagi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Ini merupakan upaya Satgas Covid-19 Provinsi Jambi meningkatkan pelayanan penanganan Covid-19.

Pjs Gubernur didampingi Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi, Danrem 042/Gapu Brigjen M Zulkifli, Asisten I Setda Provinsi Jambi Apani Saharudin, Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Reflizar, Wakil Wali Kota Jambi Maulana, Kepala Biro Humas dan Protokol Johansyah serta anggota lainnya.

Restuardy menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jambi dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi terus berupaya dalam penanganan Covid-19. Salah satunya menyiapkan Asrama BPSDM Provinsi Jambi sebagai tambahan rumah isolasi untuk pengendalian dan percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi.

“Pada hari ini kami bersama tim Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Jambi langsung turun melihat persiapan tambahan tempat isolasi. Kami harapkan bisa menampung pasien terkonfirmasi Covid-19 yang akhir-akhir ini jumlahnya meningkat signifikan,” katanya.

Pemprov Jambi dan Satgas Covid-19 terus mengamati pergerakan angka yang terus bergerak naik. Saat ini jumlah pasien positif Covid-19 terus mengalami peningkatan, sedangkan daya tampung rumah sakit terbatas.

Restuardy mengatakan, Asrama BPSDM Provinsi Jambi dapat menampung pasien Covid-19 tanpa gejala sebanyak 70 orang, sedangkan dokter dan para medis disiagakan.

Restuardy mengajak masyarakat Provinsi Jambi bersama-sama dan displin melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, dengan cara selalu memakai masker saat di luar rumah, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Dengan cara itulah kita bisa menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Provinsi Jambi secara efektif,” tegasnya.

Sebelumnya, Rabu, 30 September 2020, Restuardy Daud meninjau salah satu gedung di Rumah Sakit Raden Mattaher, yakni gedung enam lantai untuk segera dilanjutkan pembangunannya sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.